JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Otak Jaringan Obat Aborsi Terancam 10 Tahun Penjara

    Otak Jaringan Obat Aborsi Terancam 10 Tahun Penjara

    68
    BAGIKAN
    Joglosemar | Wardoyo
    GELAR PERKARA—Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman (dua dari kiri) memimpin agenda gelar perkara kasus penjualan obat aborsi online di Mapolres setempat, Rabu (19/7/2017).


    SRAGEN—
    Tim Satres Narkoba Polres Sragen mengaku bakal melacak tujuh konsumen yang sudah membeli paket obat aborsi dari praktik jual beli online di Sumberlawang yang digawangi Yenni Eriyanto (25), warga Dukuh Kebonagung RT 2 RW VII, Kebonagung, Tegowanu, Grobogan. Mereka berpeluang untuk dijerat pasal pidana apabila terbukti melakukan aborsi dengan obat yang dibeli tanpa izin edar tersebut.

    Kasat Narkoba, AKP Joko Satriyo Utomo, Rabu (19/7/2017), mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, sejauh ini memang sudah ada tujuh pembeli paket obat aborsi. Ketujuh pembeli yang mayoritas perempuan muda dan sebagian berstatus pelajar itu diketahui berasal dari Sragen dan sekitarnya, termasuk Purwodadi.

    Menurutnya, penyelidikan diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan obat itu untuk menggugurkan janin di luar ketentuan. Jika terbukti aborsi tanpa alasan yang dipertanggungjawabkan, maka pembeli pun bisa dijerat pasal pidana.

    “Pasti kita akan lacak. Data sudah ada, tinggal mengembangkan secara detail alamatnya di mana. Nggak sulit untuk mencari. Dan kalau benar obat itu dipakai untuk aborsi yang tidak ada alasan kuat, itu sudah melanggar hukum dan bisa diproses juga,” ungkapnya.