JOGLOSEMAR.CO Sport Panpel Persis Solo Buka Peluang Tambah Kuota Suporter PSIS Semarang

Panpel Persis Solo Buka Peluang Tambah Kuota Suporter PSIS Semarang

511
BAGIKAN
Aksi Pasoepati saat menyambut kehadiran suporter PSIS Semarang di bundarang Manahan, musim kompetisi 2014 lalu. Foto : Dok

SOLO – 1500 tiket dirasa masih jauh dari cukup untuk menampung animo suporter Panser Biru dan Snex yang ingin ke Stadion Manahan Solo, menyaksikan pertarungan Persis Solo melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 2, Kamis (6/7/2017) sore. Dua suporter tim Mahesa Jenar itu sama-sama meminta jatah 2000 lembar tiket.

Hal ini diungkapkan Ketua Panpel Persis Solo, Aris Setiyana. Dalam pembahasan awal, suporter tamu akan ditempatkan di tribun barat sisi selatan yang berkapasitas 1500 penonton.

Namun setelah utusan dua suporter PSIS merapat ke Solo, Minggu (2/7/2017) siang, ternyata jumlah permintaan membengkak hingga 4000 tiket.

“Kita akan kaji ulang permintaan suporter PSIS. Kalau memang tempatnya memungkinkan, bisa saja kuotanya kita tambah. Rapat akan kita gelar besok dengan menghadirkan perwakilan Snex dan Panser Biru,” terang Aris kepada Joglosemar, Senin (3/7/2017) sore.

Aris mengatakan, tribun barat sisi utara jadi opsi tambahan untuk ditempati suporter PSIS. Tribun tersebut juga memiliki kuota 1500 penonton, seperti sisi selatan.

Namun Aris memastikan tribun timur sisi selatan yang pernah dihuni 3500 anggota Snex dan Panser Biru musim 2014 lalu akan dialokasikan untuk suporter Persis Solo.

“Kalaupun ada tambahan lagi, opsinya hanya tribun barat sisi utara. Jadi antara suporter Panser Biru dan Snex akan kita pisah dengan kuota yang sama. Selain dua sisi itu, semuanya untuk tuan rumah,” jelasnya.

Sebelum rapat dengan suporter PSIS, Senin (3/7) siang, Panpel Persis bersama DPP Pasoepati juga sudah menemui pihak kepolisian yang diwakili Kabag Ops Polresta Surakarta Kompol Arief Djoko.

Dalam pertemuan tersebut, muncul wacana distribusi tiket untuk pendukung PSIS langsung dilakukan di Semarang.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan menyebut hal itu mungkin saja dilakukan. Apalagi Pasoepati juga pernah melakukan hal yang sama saat Persis Solo bermain di Sragen dan Purwodadi. Saat itu, anggota Pasoepati yang berangkat sudah mendapatkan tiket di Solo.

“Bagusnya memang distribusi dilakukan di Semarang saja. Jadi saat di Manahan tidak ada lagi kerumunan untuk mendapatkan tiket. Tapi keputusan tetap ada di tangan panpel. Kalau memang memungkinkan, lebih baik seperti itu,” tutur Ginda.

Nofik Lukman Hakim