Pasca Lebaran, Banyak Warga Darah Tinggi

Pasca Lebaran, Banyak Warga Darah Tinggi

30
ilustrasi

KARANGANYAR – Momentum Lebaran ternyata memicu kenaikan warga yang menderita tekanan darah tinggi di wilayah Karanganyar. Hal itu terpantau salah satunya dari rekaman yang ditangani di Puskesmas Colomadu.

Kepala Puskesmas Colomadu I, E Mardikaningtyas Kusumaningsih mengungkapkan, selama beberapa hari pasca lebaran ini, memang tidak ada insiden penyakit tertentu yang menonjol. Hanya saja ada tren peningkatan darah tinggi, terutama pada pasien di atas umur 40 tahun.

“Kalau untuk diare atau penyakit tertentu lainnya, relatif nggak ada. Yang agak banyak kelelahan. Itu hal biasa karena mungkin berkeliling. Banyak silaturahmi ke keluarga ya,” paparnya, Jumat (30/6/2017).

Baca Juga :  Dua Pelajar Digerebek Saat Pesta Miras dan Pil Koplo di Karanganyar

Dia juga menjelaskan, tidak ada laporan peningkatan jumlah pasien yang menderita penyakit tertentu. Menurutnya semua normal dan tidak ada lonjakan siginiifikan.

Hanya beberapa pasien mengalami kenaikan tekanan darah alias darah tinggi. Terhadap mereka yang tekanan darah tinggi, ia menyarankan masyarakat memanfaatkan waktu untuk istirahat sebelum memulai aktivitas maupun bekerja kembali, Senin (3/7).

Dia mengaku tidak merekomendasikan konsumsi vitamin kepada pasien yang datang ke Puskesmas dengan diagnosis kelelahan maupun tekanan darah tinggi. Sebab, vitamin bukan solusi akan tetapi hanya mempercepat proses penyembuhan.

Baca Juga :  13 Warga Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Penghancuran Warung Kopi Mesum di Mojogedang

Senada, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Fatkul Munir mengungkapkan, tidak ada laporan kasus penyakit tertentu di Karanganyar setelah lebaran. Fatkul mengungkapkan, laporan sementara tim gerak cepat (TGC) Karanganyar.

“Sampai hari ini enggak ada info penting. Biasanya kalau ada hal mendesak, ada laporan. Enggak ada kasus besar. Kalau TGC ini selalu kami pantau keaktifan. Mereka harus selalu siaga menjelang puasa, lebaran, musim ekstrem, penyakit menular, dan bencana,” ujar dia.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN