JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Solo Tak Sepakat Penambahan Kuota Taksi

Pemkot Solo Tak Sepakat Penambahan Kuota Taksi

35
BAGIKAN

SOLO – Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) Jawa Tengah  tentang angkutan umum khusus tak kunjung  disahkan. Bahkan raperda yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan 32/2016 ini dinilai memaksakan adanya taksi online. Hal ini ditandai dengan rencana penambahan kuota taksi.

“Kami mendapat kabar bahawa akan ada penambahan kuota angkutan sewa khusus. Ini seakan sistem online ini harus ada,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihanto Kepada Joglosemar, Kamis (27/7/2017).

Hari menyayangkan, berhembusnya rencana penambahan kuota hanya mengacu pada kebutuhan angkutan khusus di eks Karesidenan Surakarta. Padahal dalam arahan menteri perhubungan, penambahan kuota sesuai dengan kebutuhan kabupaten/kota daerah masing-masing.

Menurutnya jika dasar penambahan kuota didasarkan pada kebutuhan se-eks Karesidenan Surakarta hal ini dinilai tidak relevan. Sebab terbuka peluang angkutan khusus berbasis online berdiri di sejumlah kabupaten namun beroperasi di Kota Solo. Hal ini akan berdampak pada persaingan angkutan umum yang sudah ada di Solo serta menambah beban jalan yang selama ini sering mengalami kemacetan di sejumlah titik.

“Regulasi ini sebenarnya memfasilitasi aplikasinya atau taksi? Seharusnya regulasi cukup menegaskan agar perusahaan aplikasi bekerja sama dengan taksi reguler,” tuturnya

Sementara itu, GM Gelora Taksi Takaditya yang ditunjuk sebagai perwakilan pengusaha taksi Solo berharap Rapergub segera disahkan. Sebab aturan ini akan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. “Usulan dari Solo agar penyedia jasa aplikasi harus bekerja sama dengan tasi di Solo terlebih dahulu. Sanksi bagi yang tidak berbadan hukum juga masih akan dibahas,” ujarnya

Taka membenarkan, jika berhembus rencana penambahan kuota. Angkutan khusus yang tidak berbadan hukum tidak memperoleh jatah kuota. Menurutnya, secara ideal seharusnya tidak ada penambahan signifikan, karena variabel yang digunakan untuk menghitung kuota sewa khusus sama dengan variabel kuota taki. Terlebih kajian akademik yang dilakukan 2016 dihasilkan kuota taksi di Solo sebanyak 800 unit. #Arief Setiyanto