JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pengelolaan Wisata Selama Lebaran, Maksimalkan Layanan Hingga Gelar Event

Pengelolaan Wisata Selama Lebaran, Maksimalkan Layanan Hingga Gelar Event

16
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PUNCAK SYAWALAN TSTJ -Pertunjukan drama cerita Joko Tingkir saat puncak Syawalan Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Minggu (2/7). Panitia menyediakan 2.000 ketupat dan 2.000 apem yang akan di bagikan kewarga.

Lebaran menjadi momen special bagi daerah untuk menangguk masukan sektor wisata. Untuk membidik pengunjung, banyak cara dilakukan oleh Pemkab/Pemkot maupun pengelola objek wisata di lapangan.

Misalnya pengelola melakukan paket-paket tertentu, memaksimalkan layanan maupun menggelar event-event tertentu untuk lebih menarik pengunjung.

Pada lebaran kali ini pun, Pemkot Surakarta dan Pemkab Wonogiri melakukan berbagai upaya untuk sama-sama menangguk masukan bagi daerah.

Di Kota Solo misalnya, di antara berbagai lokasi wisata yang ada, event budaya laga kolosal Joko Tingkir menjadi moment special yang cukup menarik perhatian pengunjung. Acara tersebut merupakan bagian dari acara Pekan Syawalan Solo Zoo 2017.

Dalam event tersebut, ribuan pasang mata tersihir menyaksikan kisah heroik KGPH Mangkubumi saat memerankan Joko Tingkir.

Kesaktian ilmu kanuragan yang dimiliki Joko Tingkir membuat bajul-bajul (buaya) penghuni sungai tersebut bertekuk lutut.

Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PUNCAK SYAWALAN TSTJ- Panitia membawa gunungan ketupat dan apem di puncak Syawalan Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Minggu (2/7). Panitia menyiapkan 2.000 ketupat dan 2.000 apem yang akan di bagikan kewarga.

KP Winarno Kusumo menjelaskan pekan syawalan Jurug merupakan kegiatan di TSTJ yang dilaksanakan sejak walikota R Hartomo.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk ucapan syukur atas kemenangan umat Islam yang telah melaksanakan puasa satu bulan. Hal itu disimbolkan dengan gunungan kupatan yang diarak dan dibagikan.

Bahkan tradisi masyarakat Jawa pun selalu melakukan kupatan pasca lebaran. “Kupat itu diartikan aku lepat, aku ngaku lepat. Saya salah dan saya mengaku bersalah. Dengan ini sebenarnya ada semacam harapan agar bisa diampuni dosa dosanya oleh Gusti Allah,” jelasnya.

Sementara itu Joko Purwanto (36), warga Wonogiri yang datang dengan keluarganya mengaku senang menyaksikan gerebeg Joko Tingkir.

Tidak sia-sia kedatangan pertamanya dalam acara tahunan itu baginya. Ia mengaku mendapat ketupat yang disebarkan.

“Ya sudah bebrapa kali nonton. Ceritanya hampir sama, tapi baru kali ini saya dapet kupatnya. Lumayan buat ganjel perut,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengaku tak tahu banyak tentang kisah yang diangkat dalam Gerebeg Joko Tingkir itu. Ia menilai kemasan acara tersebut cukup bagus, lantaran aksi laga kolosal dipertontonkan secara langsung.

“Saya tidak tahu maksud ceritanya. Mungkin bisa difahami kalau bahasanya diganti jadi Bahasa Indonesia,” pungkasnya.

Gebrakan Serupa

Pemkab Wonogiri pun melakukan upaya serupa. Momen libur Lebaran menjadi masa panen bagi objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri. Target pengunjung yang sudah ditetapkan dapat terlampaui, sebagaimana yang terjadi tahun lalu.

Kondisi yang sama juga terjadi di objek wisata alternatif Wonoasri Seper, Kecamatan Jatipurno. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, pengunjung menyerbu tempat wisata andalan Kota Makmur tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) WGM, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Wonogiri, Pardianto mengatakan selama sepekan Lebaran pihaknya menargetkan 100.000 pengunjung datang. Hingga Minggu (2/7/2017) siang, jumlah tersebut sudah terlampaui.

“Per hari rata-rata jumlah pengunjung adalah 15 ribu, dengan 2000-an mobil dan 5000-an sepeda motor. Lebaran tahun lalu juga tercapai target, dari 95 ribu, dapat 98 ribu pengunjung,” ungkap Pardianto.