Penggerebekan di Banaran Sragen. Satu Pemuda Ditangkap Karena Simpan Sabu

Penggerebekan di Banaran Sragen. Satu Pemuda Ditangkap Karena Simpan Sabu

3105
Pemuda asal Banaran, Sambungmacan yang ditangkap membawa sabu saat diamankan di Mapolres Sragen, Selasa (4/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Tim Satres Narkoba membekuk satu tersangka pengguna narkoba asal Dukuh Butuh, Desa Banaran, Sambungmacan,Selasa (4/7/2017) dinihari. Tersangka bernama Yoga Wardika Putra (23) itu diringkus dalam sebuah penggerebekan seusai bertransaksi sabu.

Pemuda asal Dukuh Butuh RT 35/14, Desa Banaran, Sambungmacan itu ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya sekira pukul 00.00 WIB. Saat dilakukan penggeledahan, tim mengamankan satu paket sabu yang barusaja dibeli oleh tersangka.

Informasi yang dihimpun di Mapolres, penangkapan bermula dari informasi masyarakat perihal kebiasaan tersangka yang sudah lama mengkonsumsi sabu. Berbekal informasi itu, tim diterjunkan melakukan pengintaian.

Baca Juga :  Satu Pelaku Teror Penembakan di Banjar Asri, Sragen Terindikasi Anggota TNI AU

Hingga akhirnya diperoleh informasi rencana transaksi yang akan dilakukannya di sekitar rumahnya dinihari kemarin. Tak ingin buruannya lepas, tim yang sudah mengintai langsung menyergap tersangka sesaat seusai mengambil paket sabu pesanannya.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi mengungkapkan dari penangkapan tersangka, kemudian dilakukan penggeledahan. Saat digeledah, petugas mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu yang dikemas dalam plastik klip bening tembus pandang.

Sabu seberat 0,2 gram itu disembunyikan di dalam saku celana pendek yang dikenakan tersangka. Selain itu, tim juga mengamankan sebuah HP Nokia dan celana pendek yang dikenakan tersangka.

Baca Juga :  Tertimpa Dahan, Petani asal Gondang Sragen Ditemukan Pingsan dan Kepala Mengucur Darah

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut” jelasnya.

Dari penangkapan itu, tim masih mengintensifkan pengembangan untuk mengusut pemasok dan kemungkinan adanya jaringan lain. Sementara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 112 juncto 127 UU 35/2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN