Penghancuran Warkop Mesum Dinilai Lecehkan Polisi. Kapolres: Kalau Dibiarkan, Bisa Muncul...

Penghancuran Warkop Mesum Dinilai Lecehkan Polisi. Kapolres: Kalau Dibiarkan, Bisa Muncul Robinhood Baru!

258
AKBP Ade Sjafri Simanjuntak. Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Aksi pengrusakan dan penghancuran warung kopi (Warkop) mesum milik Pawiro Sukarno alias Hirno (73) di Dukuh Jatimulyo RT 1/18, Kedungjeruk, Mojogedang, oleh ratusan warga di Sragen-Karanganyar Jumat (7/7/2017) malam berbuntut panjang. Polres memastikan sudah memeriksa 21 orang terkait aksi anarkis yang merobohkan warkop itu dan mengisyaratkan segera menetapkan tersangka.

Kasus itu ternyata juga membuat geram petinggi Polres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak. Pucuk pimpinan di Polres Bumi Intan Pari itu menganggap aksi anarkis warga yang main rusak itu dinilai sudah melecehkan institusi Polri dan aparat yang berwenang menangani perkara hukum.

Kapolres menyampaikan tindakan tegas dan pengusutan kasus itu dilakukan semata-mata demi menjaga harkat dan martabat aparat sebagai penegak hukum. Menurutnya jika dibiarkan tanpa penanganan, aksi pengrusakan di Mojogedang bisa menjadi preseden buruk yang mengancam eksistensi kepolisian serta memberi celah hidupnya hukum rimba.

Baca Juga :  Mahasiswa IAIN Kediri Yang Hilang Saat Kencing di Tlogo Madirdo, Ditemukan Berubah Jadi Begini

AKP Ade Safri memandang meski berdalih membantu kepolisian, tindakan warga dengan main hakim sendiri dan menghancurkan warung itu tidak
bisa dibenarkan secara hukum.

Sebaliknya, aksi mereka justru merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi Polri yang seolah-olah dianggap tidak mampu menangani persoalan.

“Membantu polisi itu bukan berarti setiap ada yang tidak benar langsung dirusak sendiri begitu. Tapi melaporkan dan memberi informasi ke polisi, biar polisi yang menindak. Kalau begini, nanti bisa muncul robinhhood-robinhood baru. Kalau semua main rusak, nggak usah ada polisi-polisian,” ujarnya geram.

Ia juga menyangkal alibi warga yang berdalih berani menghancurkan warung karena sudah mendapat izin dari aparat. Kapolres memastikan jika ada aparat yang memberi izin merusak, itu berarti aparat sudah sinting.

Baca Juga :  Bantah Rumor Yu-ro Pecah Kongsi, PKS Deklarasikan Relawan Kebo Giras

Ditambahkan, proses hukum itu dijalankan sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat bahwa apapun alasannya aksi main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Menegakkan aturan tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar hukum.

“Sekali lagi, kami tidak pandang bulu. Siapa yang melanggar hukum, akan kita tindak,” tukasnya.

Perihal apakah penindakan itu juga ada benang merah dengan tewasnya Bambang Gunadi (44), pria yang digerebek di warkop dengan wanita ABG dan kemudian minum racun karena malu, Kapolres memastikan tidak ada kaitannya. Pasalnya, proses pemeriksaan dan pengusutan sudah dimulai sebelum Bambang ditemukan bunuh diri Minggu (9/7/2017). Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN