Penjualan Seragam Beratkan Wali Murid, DPRD Karanganyar Desak Sekolah Disanksi Tegas

Penjualan Seragam Beratkan Wali Murid, DPRD Karanganyar Desak Sekolah Disanksi Tegas

39

KARANGANYAR—DPRD Karanganyar melalui Komisi D mengingatkan sekolah agar menghentikan praktik jual beli seragam untuk siswa baru pada tahun ajaran baru ini.

Pasalnya, praktik yang dinilai sudah menjadi tradisi tiap tahun itu banyak dikeluhkan karena dianggap sangat memberatkan orangtua siswa.

Peringatan itu terungkap dari hasil rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) dengan Komisi D di DPRD setempat, Jumat (7/7/2017).

Ketua Komisi D Endang Muryani mengungkapkan, salah satu topik yang dibahas dalam rapat itu memang menyangkut tradisi praktik jual beli seragam tahun ajaran baru.

“Kami meminta jangan ada lagi praktik jual beli seragam yang dilakukan sekolah. Karena faktanya itu sangat memberatkan orangtua siswa. Sebab harga seragam yang dipatok sekolah umumnya lebih mahal jika dibandingkan membeli di luar,” ungkapnya usai rapat.

Baca Juga :  Geger di Tlogo Madirdo. Pamit Mau Kencing, Mahasiswa IAIN Kediri Langsung Hilang Misterius

Menurutnya, peringatan itu terpaksa dilontarkan lantaran fenomena jual beli seragam yang dilakukan oleh sekolah, hampir selalu terjadi setiap tahun.

Lemahnya pengawasan dari dinas juga seolah menjadi lampu hijau, sehingga praktik itu akhirnya menjadi tradisi turun temurun yang dianggap legal oleh sekolah.

Ia berharap ada sanksi tegas bagi sekolah yang masih nekat melakukan praktik penjualan seragam pada siswa baru. Sebaliknya, dinas juga diminta proaktif melakukan pengawasan dan membebaskan orangtua untuk membeli seragam di luar.

Baca Juga :  Pilkada 2018, DPC PDIP Karanganyar Perpanjang Pendaftaran Karena 6 Tokoh Mundur

Menyikapi hal itu, Kepala Disdikbud Karanganyar Tarsa mengatakan, setelah proses PPDB untuk tingkat SMP, para siswa langsung melakukan daftar ulang.

Dalam proses pendaftaran ulang ini, menurutnya, tidak dipungut biaya apapun termasuk pemaksaan pembelian seragam sekolah. “Soal seragam, itu urusan orangtua. Tidak ada kewajiban untuk membeli seragam. Silakan para orangtua membeli di luar,” katanya.

Tarsa juga menjelaskan, program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Pemkab masih terus berlanjut. Untuk itu, sekolah tidak boleh menarik biaya apapun.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN