JOGLOSEMAR.CO Sport Persis Solo vs PSIS Semarang, Pantas Menyabet Gelar El Classico Liga 2

Persis Solo vs PSIS Semarang, Pantas Menyabet Gelar El Classico Liga 2

252
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
BERAKHIR IMBANG – Pemain Persis Solo, Bayu Nugroho, mencoba menguasai bola saat bertanding dalam laga persahabatan melawan Persatu Tuban di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (17/6) malam. Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.

SOLO – Aroma panas Derby Jawa tengah yang mempertemukan Persis Solo melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Kamis (6/7/2017) sore, benar-benar terasa. Ada 1100 petugas keamanan yang disiagakan untuk menjaga pertandingan dua pemuncak klasemen grup 4 tersebut.

“Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah pertandingan Persis Solo. Jumlah ini baru keamanan yang disiapkan Polresta Surakarta. Ini belum ditambah personel Polda Jateng yang mengawal khusus perjalanan ribuan suporter PSIS dari mulai berangkat hingga pulang,” terang Manajer Pelaksana Panpel Persis Solo, Ery Purbojo dalam jumpa pers di Pose In Hotel, Rabu (5/7/2017) sore.

Diperkirakan ada 3.000 suporter PSIS yang akan merapat ke Solo. Untuk anggota Panser Biru, mereka akan ditempatkan di tribun barat sisi selatan.

Sementara anggota Snex akan ditempatkan di tribun barat sisi utara. Ery mengatakan suporter PSIS baru memasuki kawasan Stadion Manahan sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ini, lanjut Ery, suporter PSIS sudah melakukan pemesanan tiket. Panpel membatasi kuota Panser Biru sebanyak 1500 lembar dan Snex 1500 lembar tiket. Selain itu, Panpel Persis tidak akan melayani pembelian tiket untuk pendukung PSIS.

“Jadi sampai di Manahan sudah tidak ada pembelian tiket lagi. Koordinator hanya akan membagikan tiket sesuai pemesanan yang dibatasi malam ini (kemarin,red). Suporter Semarang pun tidak boleh datang sebelum pukul 13.00 WIB,” jelasnya.

Bila atmosfer Derby Jateng sudah terlihat dari jumlah keamanan dan suporter tamu yang datang, lain halnya dengan pelatih Persis Solo dan PSIS Semarang. Pelatih Persis Solo, Widyantoro menyebut PSIS sebagai tim kuat yang melakukan persiapan paling lama di antara klub Liga 2.

“Kami hanya beruntung saya bisa berada di puncak klasemen. PSIS dipersiapkan cukup lama. Materi pemain juga lebih bagus dari kami. Sekuat tenaga kami akan mengamankan kemenangan di kandang,” ucap Widyantoro.

Sama halnya Widyantoro, Pelatih PSIS Subangkit justru berbalik menyebut Laskar Sambernyawa memiliki kekuatan yang lebih istimewa. Apalagi dalam lima pertandingan, Persis Solo mampu mencetak sembilan gol. Ini jadi bukti jika lini depan dan sayap Persis Solo mempunyai ketajaman yang wajib diwaspadai.

“Beruntung kok menangnya banyak. Pertandingan terakhir malah menang 3-0 di Pontianak. Itu namanya bukan beruntung. Tapi memang Persis Solo tim kuat. Kami datang kesini dengan optimisme untuk meraih poin. Kalau bisa memenangkan pertandingan ya syukur, satu poin pun sudah bagus. Apalagi kita bermain di kandang Persis Solo,” lanjutnya.

Dalam jumpa pers kemarin, wartawan yang hadir pun meminta kedua pelatih untuk menyebutkan gambaran susunan pemain. Awalnya, Widyantoro dan Subangkit sama-sama enggan menjawab. Namun kemudian, mereka pun kompak menyebut satu per satu pemain dari lini belakang hingga depan.

Berbeda dengan proses selama latihan, kedua pelatih sama-sama memberi “bocoran” berbalik. Subangkit menyebut beberapa pemain yang kemungkinan tak bisa diturunkan. Sementara Widyantoro malah menyebut sebagian besar pemain yang kerap menempati bangku cadangan.

Nofik Lukman Hakim