Polisi Amankan Ribuan Paket Migor “Azaria” Ilegal Dari Pabrik PT KMS Karanganyar....

Polisi Amankan Ribuan Paket Migor “Azaria” Ilegal Dari Pabrik PT KMS Karanganyar. Berikut Rinciannya..

196
Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak saat menggelar konferensi pers penggerebekan pabrik pengemasan minyak goreng “Azaria” di PT KMS yang diduga ilegal, Selasa (11/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Tim Satgas Mafia Pangan Polres Karanganyar mengamankan ribuan paket minyak goreng (migor) kemasan dari pabrik pengemasan minyak goreng (Migor) merek “Azaria” illegal milik PT KMS di wilayah Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Selasa (11/7/2017).

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan dari operasi tersebut, tim sedikitnya mengamankan 5.814 paket kemasan produk migor dalam berbagai ukuran.

Pabrik migor kemasan itu digerebek karena kedapatan tidak memiliki izin usaha produksi (IUP) dan produknya dinyatakan illegal lantaran tidak memiliki izin edar. Ironisnya, usaha migor kemasan tak berizin itu sudah berlangsung beberapa bulan dengan wilayah edar se-Eks Karesidenan Surakarta.

“Dari lokasi pabrik, tim menyita sedikitnya 5.814 kemasan migor hasil produksi pabrik itu yang terbagi dalam berbagai kemasan, ” paparnya.

Baca Juga :  Penggerebekan Markas Judi Besar di Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang. Ada 4 Tersangka dan 10 Motor Diamankan..

Dari 5.814 yang disita, rinciannya 3.792 paket migor kemasan refill 400 ml, kemudian 1.248 kemasan refill 450 ml, 504 kemasan isi 1000 ml, 180 kemasan isi 1800 ml, 90 kemasan isi 2000 ml, 20 kemasan isi 5000 ml dan lima jeriken isi 20.000 ml.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pabrik itu berproduksi dengan mekanisme membeli minyak goreng curah dari industry kemudian dikemas dalam kemasan berbagai ukuran dengan menambahkan label merek “Azaria”. Akan tetapi dalam prosesnya, tidak ada SIUP serta izin edar dari BPOM.

Seluruh barang bukti sudah diamankan di Mapolres untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Kapolres kadar cloud point minyak goreng itu 7-8 dengan titik beku 7 derajat celcius hingga 8 derajat celcius. Produk migor itu dikemas dalam bentul kemasan refill, botol, hingga jeriken berbagai ukuran. Bahan baku didatangkan dari PT KIAS yang diketahui berada di Surabaya.

Baca Juga :  Bantah Rumor Yu-ro Pecah Kongsi, PKS Deklarasikan Relawan Kebo Giras

Lebih lanjut, Kapolres menguraikan penggerebekan itu sebagai langkah proaktif Polres untuk memberi jaminan bagi konsumen maupun masyarakat
terkait produk pangan yang resmi dan aman. Saat ini, tim juga masih mengintensifkan penyelidikan untuk mengetahui apakah di dalam migor itu terkandung bahan yang berbahaya atau tidak.

“Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 jelas menyatakan setiap usaha dagang wajib punya izin usaha. Kami juga periksa beberapa ahli bidang perdagangan, seperti BPOM dan pihak terkait,” ungkap Kapolres. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN