Polisi Gagalkan Peredaran 2 Ons Sabu

Polisi Gagalkan Peredaran 2 Ons Sabu

69

 

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENGEDAR NARKOBA—Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu saat rilis kasus penyalahgunaan narkoba dengan tersangka Djoko Sriyakun di Mapolresta Surakarta, Senin (3/7/2017). Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 200 gram.

SOLO – Djoko Sriyakun (42) alias Yakun dibekuk anggota Sat Narkoba Polresta Surakarta, Sabtu (1/7/2017). Warga Jalan Thamrin RT03/ RW06 Kampung Kerten, Kecamatan Laweyan, ini merupakan salah satu mata rantai dalam peredaran narkoba kelas kakap.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo menuturkan penangkapan pelaku merupakan hasil dari pengembangan penyelidikan peredaran narkoba di Surakarta. Tak butuh waktu lama, Sat Narkoba hanya butuh waktu satu minggu untuk melakukan penyelidikan hingga meringkus tersangka.

“Pelaku merupakan residivis. Sebelumnya ditangkap di Slawi tahun 2014 dan mendapat hukuman 2,5 tahun penjara untuk kasus yang sama (pengedar sabu). Tapi baru bebas, tersangka kembali mengulangi aksinya,” tutur Kapolresta

Baca Juga :  Remaja 12 Tahun Meriahkan Solo Keroncong Festival 2017

AKBP Ribut Hari Wibowo menambahkan, dari hasil penyidikan, kuat dugaan tersangka merupakan mata rantai dari jaringan narkoba salah satu lapas di Jawa Tengah. “Komandonya dari dalam lapas. Kita akan koordinasi dengan pihak lapas untuk berantas peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas,” ungkapnya.

Kapolresta mengatakan sejak awal tahun 2017 ini, tangkapan tersebut merupakan paling besar. Pihaknya mengaku memiliki komitmen dalam pemberantasan narkoba. Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Surakarta Kompol Ari Sumarwono mengatakan sejak awal tahun 2017 telah berhasil mengungkap 95 kasus dengan jumlah tersangka 104 orang. Sedang total barang bukti lebih dari 3 ons.

Baca Juga :  Menariknya Kirab Budaya Tirtonadi, Mulai Kostum Setinggi 4 Meter Hingga Bancakan Ketupat

“Potensi peredaran narkoba di Solo memang cukup besar. Tapi sampai saat bulan ini Polresta Surakarta nomor satu se-Jateng dalam prestasi ungkap narkoba,” ujarnya

Sementara itu, tersangka mengaku hanya dititipi barang haram itu. Dari tangannya paket tersebut akan diambil oleh mata rantai berikutnya. Namun polisi berhasil mengendus sebelum barang itu berpindah tangan. “Saya cuma dititipi, dan tunggu perintah dari Penthul,” ujar Yakun.

#Arief Setiyanto

 

Advertisements
BAGIKAN