Polres Sragen Bongkar Sindikat Jual Beli Obat Aborsi Online, Pembeli Rata-rata Pelajar

Polres Sragen Bongkar Sindikat Jual Beli Obat Aborsi Online, Pembeli Rata-rata Pelajar

827
Ilustrasi. Foto : Dok Grafis Joglosemar

SRAGEN—Tim Satres Narkoba Polres Sragen berhasil mengungkap sindikat praktik jual beli obat aborsi atau penggugur kandungan yang dijual via online dengan pusat penjualan di Jalan Solo-Purwodadi KM 20, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang.

Dari jaringan yang digawangi Yenni Eriyanto (25), warga Dukuh Kebonagung RT 2 RW VII, Kebonagung, Tegowanu, Grobogan ini, petugas menyita puluhan butir obat keras serta racikan yang diklaim bisa menghilangkan janin.

Ironisnya, dari praktik jual beli obat terlarang ini, juga terungkap bahwa para pembelinya rata-rata diketahui masih berstatus pelajar. Harga yang dibanderol untuk satu paket penggugur kandungan senilai Rp 1,5 juta.

Modus transaksinya dipajang lewat media sosial Facebook (FB), kemudian konsumen mentransfer uang selanjutnya barang dipaketkan ke alamat pembeli.

Baca Juga :  Usai Adipura dan Budhipraja, Kabupaten Sragen Raih Penghargaan Inagara

Untuk meyakinkan pembeli, tersangka yang sebenarnya laki-laki menyamar sebagai bidan dengan foto profil di akun FB-nya bergambar seorang wanita berpakaian medis.

Aksi jual beli obat aborsi online itu terungkap dari kecurigaan tim terhadap kemunculan akun milik tersangka yang diberi nama Anita Sulastri di grup FB Bisnis Wong Sragen (BWS).

Di grup yang berisikan anggota komunitas bisnis dari berbagai kalangan di Sragen itu, tersangka Yenny menyamar sebagai bidan dan menawarkan penjualan obat untuk menggugurkan kandungan.

Berawal dari informasi itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan sebelum akhirnya melakukan penggerebekan, Selasa (18/7/2017) kemarin di alamat penjualan di Ngandul, Sumberlawang.

Baca Juga :  FOTO : Kegiatan Literasi SMPN 1 Masaran Bersama Joglosemar

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo mengungkapkan, saat dilakukan penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti obat keras yang selama ini ditawarkan tersangka sebagai penggugur kandungan.

Barang bukti itu terdiri dari satu plastik klip berisikan 10 butir obat bentuk tablet warna hijau, 10 butir tablet obat keras warna putih, satu plastik berisi enam butir kapsul serta warna merah putih, satu plastik berisi dua butir obat keras merek Cytotec dan beberapa racikan.

1
2
BAGIKAN