Progres dan Kualitas Pengerjaan 2 Proyek Jalan Bernilai Miliaran Ini Tuai Banyak...

Progres dan Kualitas Pengerjaan 2 Proyek Jalan Bernilai Miliaran Ini Tuai Banyak Sorotan

662
DINILAI LAMBAN- Sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan talud di ruas Jalur kedawung-Jembangan, Mondokan yang dinilai pengerjaannya sangat lamban. Foto diambil Sabtu (29/7/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Pelaksanaan proyek peningkatan jalan di beberapa titik yang saat ini berjalan, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Lambannya progress pekerjaan dan kualitas material yang dinilai di bawah standar, menjadi dua poin yang banyak ditemukan saat dilakukan pengecekan ke lapangan.

Dua ruas jalan yang menuai sorotan adalah perbaikan jalur Kedawung-Jembangan di Kecamatan Mondokan dan peningkatan jalan Jatitengah-Cengklik di Kecamatan Sukodono. Koordinator Tim Opersional Penyelamatan Aset Negara –RI (Topan RI) Sragen, Agus Triyono mengungkapkan dari pengamatannya di lapangan, progress proyek Kedawung-Jembangan yang beranggaran Rp 3,1 M dinilai sangat lamban.

Pasalnya hingga memasuki bulan kedua pengerjaan, baru ada pemadatan dan pengerjaan talud sepanjang kurang lebih 80 meter. Sedangkan pengecoran jalan sama sekali belum dilakukan. Lantas kualitas material utamanya untuk hamparan juga terlihat menggunakan sirtu dengan kadar tanah padas lebih dominan.

Baca Juga :  Hebat, Guru SMAN di Tepi Sawah Ini Ciptakan Teknologi Telur Asin Hanya 3 Jam. Antar Sragen Juara di Jateng

“Material untuk pengecoran juga baru ada tumpukan pasir. Kalau dilihat progressnya sangat lambat sudah dua berjalan belum ada pengecoran. Ini harusnya jadi perhatian pengawas agar lebih cermat bekerja. Katanya mengedepankan kualitas, tapi melihat begitu dibiarkan saja,” paparnya
Minggu (30/7/2017).

Sorotan juga disampaikan Anggota Komisi III, Mualim Sugiyono yang melakukan pengecekan terhadap pekerjaan jalan Jatitengah-Cengklik beranggaran DAK Rp 1,6 miliar, Sabtu (29/7/2017). Ia juga menilai progress pengerjaan juga sedikit lamban, selain kualitas material utamanya batu yang menurutnya kurang memenuhi standar.

“Waktu saya ngecek tadi tidak ada pekerja yang bekerja di lapangan. Memang sudah mulai cor tapi kesannya kok agak dilambatkan. Trus kualitas batunya perlu dipertanyakan itu,” paparnya.

Baca Juga :  Belasan Peternak Tanon, Sragen Jadi Korban Sindikat Dagang Sapi Kurban. 3 Peternak Dibuang di Jalan, 6 Sapi Dilarikan

Atas temuan itu, ia mendesak pengawas DPU untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap kualitas material dan progres pekerjaan. Menurutnya perpanjangan deadline proyek DAK yang diberikan oleh kementerian keuangan, tak seharusnya membuat DPU maupun rekanan
terlena dan berleha-leha terhadap pelaksanaan maupun kualitas proyek.

“Masyarakat juga berhak segera menikmati hasil pembangunan jalan. Bukan berarti pula kemudian kualitas material dan pekerjaan tidak diperhatikan. Kalau memang nggak sesuai, pengawas mestinya berani mengingatkan bahkan kalau perlu menolak dan minta ganti material yang sesuai spek,” tegasnya.Wardoyo

BAGIKAN