JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Proyek Kereta Bandara Rampung November 2018

Proyek Kereta Bandara Rampung November 2018

99
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
KUNJUNGAN MENHUB—Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berbincang dengan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo saat melakukan kunjungan di Skybridge Stasiun Balapan, Surakarta, Minggu (30/7). Kunjungan tersebut untuk membahas rencana pengembangan transportasi dan konektivitas antar moda transportasi yang ada di Kota Surakarta untuk mendukung pengembangan pariwisata Kota Surakarta

SOLO – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mentargetkan proyek Kereta Api dari Stasiun Balapan Solo menuju Bandara Adi Soemarmo bisa rampung November 2018 mendatang. Saat ini pihaknya tengah fokus pada pembebasan tanah yang terdampak jalur kereta api.

“Kita harapkan proses pembebasan tanah sampai kontruksi itu selesai pada bulan November 2018 mendatang,” terangnya usai menggelar rapat tertutup di Terminal Tirtonadi, Minggu (30/7).

Untuk tanah yang terkena proyek tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), TNI AU, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) serta warga. Ia mengatakan nantinya Pemerintah Pusat akan menyediakan tempat bagi warga yang terkena dampak proyek kereta bandaran ini. “Soal tanah yang berada di Solo milik warga nanti diserahkan Pemkot, mau bagaimana dan kapan. Karena saya tidak ngerti Solo, kalau Solo saya buta,” ungkapnya.

Untuk lahan warga yang akan dibebaskan untuk proyek kereta bandara sekitar 7,5 hektare terdiri atas 98 bidang di Solo dan 472 bidang di wilayah Boyolali. “Total anggaran untuk proyek ini termasuk pembebasan lahan sekitar Rp 900 miliar,” katanya.

Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri menyatakan untuk lahan di Solo yang terkena dampak pembangunan kereta bandara berada di jalur Kadipiro sampai Stasiun Balapan. “Kita tidak hanya membebaskan lahan warga tapi juga tanah milik instansi pemerintah. Itu juga diperlukan dalam upaya pembangunan jalur kereta tersebut. Kan ada tanah milik Kemen PU PR. Karena rencananya jalur KA dibangun paralel dengan jalan Tol Soker (Solo-Kertosono, red). Demikian pula lahan milik TNI AU di dekat bandara,” paparnya.

Lanjut dia, nantinya jalur tesebut akan dibangun di atas permukaan tanah dengan dilengkapi terowongan dan jembatan. “Kecuali di sekitar interchange (simpang susun) jalan tol. Rencananya ada terowongan dan dua jembatan di sepanjang jalur itu,” sambungnya.