JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Proyek Pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri, Ganti Rugi Dicairkan Dua Tahap

    Proyek Pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri, Ganti Rugi Dicairkan Dua Tahap

    151
    Dok
    Warga beraktifitas di lokasi yang nantinya ditenggelamkan menjadi dasar waduk Pidekso, beberapa waktu lalu.

    WONOGIRI – Tahapan pembebasan tanah warga terdampak proyek nasional pembangunan waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri  memasuki tahap akhir. Soal pembayaran ganti rugi, kemungkinan dilakukan dua tahap.

    “Rabu (19/7) besok akan dilakukan musyawarah dengan tiga desa terdampak proyek di rumah konsultasi di Desa Pidekso untuk membahas soal ganti rugi,”  kata Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Wonogiri, Cahyono, Selasa (18/7/2017).

    Menurut dia, penyampaian teknis nominal ganti rugi akan disampaikan secara bergiliran. Dia menyebutkan desa terdampak proyek Waduk Pidekso yakni Desa Sendangsari Kecamatan Batuwarno (318 KK), Desa Tukulrejo Kecamatan Giriwoyo (193 KK), Desa Pidekso (410 KK).

    Namun saat ditanya berapa nominal ganti rugi tanah milik warga mantan Kepala ATR/ BPK Klaten ini enggan berkomentar.

    “Kalau penyampaian teknis nilai ganti rugi atas tanah warga yang terdampak pembangunan waduk Pidekso oleh tim apraisal itu akan dilakukan secara bergiliran. Sekarang satu desa besoknya satu desa lagi dan seterusnya hingga tiga desa tersosialisasi semua,” kata dia.

    Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyatakan jika hal itu terkait dengan pembangunan Waduk Pidekso Kecamatan Giriwoyo dalam tahap sinkronisasi tahap akhir.

    Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi ganti rugi tanah warga tanah terdampak. Pemerintah pusat telah menyediakan anggaran untuk ganti rugi Rp 752 miliar untuk pembayaran ganti rugi.

    Namun pembayaran ganti rugi akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dicairkan Rp 435 miliar sedang sisanya akan dilakukan pada tahap selanjutnya. Kemungkinan tahap selanjutnya bisa diambilkan dari dana APBN-P.

    Bupati berjanji akan mengawal proses pembayaran hingga rampung 100 persen. Bahkan kemungkinan terburuk jika proses pembayaran tahap kedua mengalami kendala, pihaknya menyatakan kesanggupan untuk memediasi dengan pemerintah pusat.

    “Secara keseluruhan warga sudah dapat menerima. Semua pihak sudah menandatangani surat kesepakatan sesuai tupoksinya dan melahirkan satu komitmen bersama. Kalau soal teknisnya akan disampaikan tim appraisal independen,” tandas dia.

    Sementara itu warga terdampak proyek pembangunan Waduk Pidekso yang tinggal di Desa Tukulrejo, tidak meminta ganti rugi terlalu tinggi. Yang penting harga wajar dan warga tidak dirugikan.

    “Permintaan warga kami tidak tinggi-tinggi. Yang penting tidak merugikan, wajar,” ungkap Kepala Desa (Kades) Tukulrejo, Sundari, Selasa (18/7).

    Dia menyebutkan, hingga saat ini, kondisi desanya tetap kondusif. Tidak terjadi gejolak terkait proyek pembangunan Waduk Pidekso. Pasalnya warga sudah memahami manfaat besar dari waduk nantinya.

    Lantaran itu, warga kemudian bersedia lahan nantinya ditenggelamkan untuk kepentingan bersama.

    “Sebagian warga yang terdampak sudah mulai membeli lahan di lokasi tidak jauh dari proyek pembangunan waduk,” sebut dia.

    Saat ini ada 193 kepala keluarga (KK) di Tukulrejo yang berdampak proyek nasional tersebut. Sedangkan lahan yang terkena proyek mencapai 302 bidang. Sebagian besar berupa tanah pekarangan dan sawah.

    Aris Arianto

    BAGIKAN