JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Puluhan Pengepul Beras di Sragen Serentak Tiarap, Ternyata Ini Alasannya

Puluhan Pengepul Beras di Sragen Serentak Tiarap, Ternyata Ini Alasannya

3519
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
HARGA BERAS- Pekerja tengah mengangkut beras di kompleks Pasar Legi, Solo, Selasa (25/7).

SRAGEN – Puluhan pengusaha pengepul beras di wilayah Sragen kompak memilih tiarap untuk membeli maupun melakukan pengiriman beras ke luar daerah.

Adanya kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) baru pembelian beras dan gabah oleh pemerintah dinilai menyusahkan pedagang karena terlalu sulit untuk diterapkan dengan kondisi di lapangan.

Kehadiran aparat dan Tim Satgas Mafia Pangan yang tiap hari menguber para pengepul beras itu juga dinilai menjadi faktor yang membuat pengepul makin ketakutan dan akhirnya pilih menghentikan sementara operasional.

Berdasarkan penelusuran Joglosemar, aksi tiarap atau mogok operasional itu dilakukan oleh pengepul beras di hampir semua wilayah di Sragen.

Salah satu pengusaha pengepul beras asal Purwosuman, Sidoharjo, Sukini Tembor menuturkan sudah sepekan terakhir, dirinya memilih tidak mengirim beras dan terpaksa menghentikan operasional.

Selain trauma dampak penggerebekan kasus beras oplosan merek Maknyuss di Bekasi, penghentian operasional juga dilakukan karena para pengusaha besar yang selama ini menerima pasokannya juga mendadak menutup operasi.

Adanya perubahan harga pembelian dan eceran beras maupun gabah yang ditetapkan pemerintah juga menyulitkan pedagang atau pengepul untuk mendapat barang dari petani.

“Gimana mau operasi, wong mau jual nggak ada pengusaha besar yang mau nerima. Mereka pada tutup sudah seminggu ini. Di sekitar sini hampir semua pengusaha beras juga pada tutup. Sejak ada penggerebekan itu. Kalau tukune barang entuk, tapi didol ra enek sing gelem tuku. Daripada rugi ya lebih baik tiarap dulu,” paparnya ditemui Selasa (25/7/2017).

1
2
3
BAGIKAN