JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Putra Putri Solo Terima Materi Sejarah Berdirinya Kota Solo

Putra Putri Solo Terima Materi Sejarah Berdirinya Kota Solo

34
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
BERLATIH MENARI—Peserta Pemilihan Putra Putri Solo berlatih menari di Sasono Mulyo, Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (27/7/2017). Latihan tersebut untuk mengenalkan tari tradisi Jawa pada peserta Pemilihan Putra Putri Solo.

SOLO – Sebanyak 20 finalis Putra Putri Solo (PPS) 2017 mendapat pembekalan materi mengenai sejarah Kota Solo langsung dari KGPH Dipokusumo yang merupakan salah satu putra Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB) XII.

“Disini saya menyampaikan soal sejarah berdirinya Kota Solo. Ini harus dipahami dan pengetahuan untuk PPS,” terang KGPH Dipokusumo, usai memberikan pembekalan finalis PPS 2017 di Manganti Projo, Kamis (27/7/2017).

Pengetahuan ini, lanjut dia, dinilai penting untuk diketahui peserta, karena tugas mereka itu mempromosikan Kota Solo. Dalam pembekalan disampaikan jika Solo punya sejarah panjang dan mempunyai masa keemasan pada kepemimpinan PB X mulai dari pendidikan sampai transportasi. “Jadi dulu dari desa menjadi kota. Itu terus mengalami perkembangan yang pesat dan maju menjadi pusat kerajaan,” ungkapnya.

Lanjut dia, perubahan dari desa menjadi kota tepatnya pada 17 Februari 1745. Dari situ mulai banyak perkembangan teknologi dan modernisasi, seperti kereta api listrik ataupun pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat. Tidak hanya itu saja ketika menjadi ibukota budaya masyarakat juga berubah lebih adaptif. “Pada zaman PB IX mulai ada modernisasi bidang transportasi. Yang mana kereta masih ditarik menggunakan kuda, pada waktu itu juga sudah mulai masuk kereta api yang menggunakan rel,” katanya.

Masa keemasannya terjadi ketika PB X, di mana banyak didirikan sekolah-sekolah untuk masyarakat. ”Semua sektor di bidang ekonomi, pertanian dan sektor lain meningkat. Ini untuk mendukung sektor aktivitas budaya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia PPS 2017, RAy Febri Dipokusumo mengatakan finalis PPS mendapat materi mengenai filosofi dan kebudayaan Jawa. ”Kebudayaan Jawa menjadi salah satu materi yang diujikan. Maka para finalis mendapat materi mengenai sejarah Kota Solo itu sendiri serta filosofi dan budaya Jawa,” pungkasnya.

#Ari Welianto