Ratusan PKL yang Berjualan di Lokasi Terlarang Ini Dibongkar

Ratusan PKL yang Berjualan di Lokasi Terlarang Ini Dibongkar

58
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENERTIBAN LAPAK PKL—Sejumlah anggota Linmas membantu petugas dari Dinas Perdagangan Kota Surakarta melakukan pembongkaran kios milik pedagang kaki lima saat digelar penertiban di jalan Demangan, Sangkrah, Pasarkliwon, Surakarta, Senin (3/7/2017). Sebanyak 32 pedagang kaki lima dan oprokan ditertibkan dalam kegiatan tersebut

SOLO– Pemkot Surakarta mencatat masih ada ratusan PKL yang berjualan di ruang publik yang terlarang untuk berjualan. Sementara itu sebanyak 13 bangunan semi permanen yang didirikan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Sangkrah dibongkar Pemkot Surakarta, Senin (3/7/2017).

“Keberadaan mereka telah melanggar. Di mana mendirikan bangunan di atas saluran air, taman kota dan jalur lambat,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo kepada wartawan, Senin (3/7).

Baca Juga :  Revitalisasi Dalem Joyokusuman Dimulai, Ini Fokus Pengerjaan Awal

Nantinya lokasi yang dipakai PKL akan dikembalikan lagi seperti fungsinya, yakni sebagai saluran air, taman kota, dan jalur lambat. “Masih ada sekitar ratusan PKL yang berjualan di ruang publik dan tersebar, nantinya mereka akan ditertibkan. Sehingga Solo punya banyak ruang terbuka hijau,” sambungnya.

Baca Juga :  Menariknya Kirab Budaya Tirtonadi, Mulai Kostum Setinggi 4 Meter Hingga Bancakan Ketupat

Keberadaan mereka sudah cukup lama dan kebanyakan berasal dari luar Kota Solo, seperti Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo dan daerah lain di sekitar Solo. Sebenarnya penertiban PKL di kawasan Sangkrah, lanjut dia, sudah cukup lama dan akan dibongkar sebelum bulan puasa kemarin. Namun saat dilakukan proses sosialisasi yang memakan waktu tiga bulan akhirnya disepakati pembongkaran dilakukan usai Lebaran.

Advertisements
1
2
BAGIKAN