JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ratusan Warga Sragen Jadi Korban Arisan Tembakan, Kerugian Capai Rp 600 Juta

Ratusan Warga Sragen Jadi Korban Arisan Tembakan, Kerugian Capai Rp 600 Juta

1769
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN – Sedikitnya 200an warga di wilayah Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo resah karena merasa tertipu oleh arisan dengan sistem tembakan yang dikelola oleh sejumlah warga setempat.

Tak tanggung-tanggung, uang aset yang harusnya menjadi milik peserta arisan yang hingga kini tak jelas pengelolaannya, diperkirakan mendekati angka Rp 600 juta.

Ironisnya lagi, hampir sebagian besar peserta arisan itu berasal dari kalangan menengah ke bawah mulai dari buruh hingga pedagang kaki lima.

Kisruh arisan tembakan itu mencuat setelah beberapa peserta yang juga warga Desa Jetak, mengadukan nasib yang mereka alami kepada Joglosemar, Minggu (30/7/2017).

Karut marut arisan tembakan itu diungkapkan salah satunya oleh Mulyono (58), warga Dukuh Jetak Kalang, RT 1/2, Jetak, Sidoharjo. Pria paruh baya yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual alat cothil (perkakas bangunan) keliling itu mengungkapkan arisan tembakan itu digawangi oleh beberapa warga asal Dukuh Jetak, yang dua di antaranya berinisial N dan P sebagai bandarnya.

Arisan diputar sejak sekitar empat tahun silam dengan membuka beberapa kategori dengan bukaan dua kali setiap bulan. Ada yang setorannya Rp 50.000, ada yang Rp 100.000 ada pula yang Rp 200.000. Arisan itu dibuka setiap tanggal 6 dan 13 pada setiap bulannya.

Karena menggunakan sistem tembakan, peserta yang ingin mendapat arisan lebih duluan dipersilakan menembak. Namun dengan syarat memberikan uang kembalian dengan nominal yang sudah ditentukan kepada nama yang sebenarnya dapat arisan.

Akan tetapi, kejanggalan mulai muncul ketika hingga habis putaran arisan, ternyata hampir sebagian besar peserta kaget karena merasa belum mendapat. Sementara saat dikroscek ke peserta yang sudah nembak duluan, sebagian besar mengaku merasa tidak menembak.

“Saya ikut satu, istri saya ikut dua. Kami setorannya ikut Rp 50.000 dan Rp 100.000an. Sebenarnya idep-idep nabung, tapi nggak tahunya malah diakali seperti ini. Ini sudah mau rampung, saya dan istri saya ikut 3, belum ada satupun yang dapat. Ternyata setelah saling kroscek, masih banyak yang belum dapat juga. Kelihatannya bandare nggak beres dan akhirnya kemarin geger,” paparnya.