Revitalisasi Pasar Nglano dan Pasar Burung, Ini Permintaan Bupati Karanganyar

Revitalisasi Pasar Nglano dan Pasar Burung, Ini Permintaan Bupati Karanganyar

30
Joglosemar | Wardoyo
INSPEKSI DPRD- Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto didampingi Ketua Komisi
B Tony Hatmoko saat mengecek kondisi bangunan kios Pasar Burung Nglano
yang 14 atapnya mendadak ambrol, Sabtu (1/7).

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan, Pemkab secara bertahap akan merevitalisasi total Pasar Nglano dan Pasar Burung yang ada di kompleks pasar tersebut.

Tidak hanya membangun kios, Pemkab juga akan merevitalisasi menyeluruh termasuk membubarkan praktik prostitusi yang selama ini diduga menghiasi dua kompleks pasar itu.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan di acara peresmian Pasar Burung Nglano, Minggu (16/7/2017).

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar itu menegaskan pembangunan kios itu merupakan bagian revitalisasi yang dijalankan untuk membangun Pasar Nglano dan Pasar Burung.

Ia tidak ingin proses revitalisasi menyeluruh, termasuk mensterilkan dari praktik prostitusi, gagal karena ulah segelintir orang. Bupati juga meminta pedagang untuk tidak mengubah fungsi kios Pasar Burung dengan menjual komoditas lain.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Rumah Makan di Tasikmadu, Kerugian Capai Rp 30 Juta

“Saya hanya pesan, jangan ubah fungsi. Kalau nanti berubah, kunci kiose tak jaluk. Wong wis ora bayar (nggak bayar), ora usah pethakilan. Ini juga untuk merintis membuang image dan kesan dangkrong dari Pasar Nglano. Memang butuh proses dan waktu. Jangan ada kegiatan enggak becik,” paparnya.

Yuli menjelaskan konsep revitalisasi total itu akan digulirkan dengan memperbaiki infrastruktur di sekitar pasar, seperti jalan dan pagar di sekitar pasar, pembangunan puskesmas di Ngijo menjadi rawat inap, dan penambahan los di Pasar Burung.

Ia juga meyakinkan bahwa kanopi yang sempat ambrol, saat ini sudah dibenahi dan konstruksinya cukup kuat. Namun perihal desakan audit investigasi yang digulirkan DPRD, ia menilai meski itu hak DPRD, namun dinilai butuh waktu cukup panjang.

Baca Juga :  Ini Sejumlah Cagar Budaya Karanganyar Yang Potensial Masuk Travel Heritage

“Yang terpenting kan semua sudah diperbaiki. Terima kasih kami sudah diingatkan. Ke depan mudah-mudahan bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Sejumlah pedagang di Pasar Burung mengaku tidak khawatir lagi karena bangunan kanopi pengganti dinilai lebih baik dari yang ambrol.

“Mudah-mudahan aman. Sebelumnya tidak ada tiang penyangga, sekarang sudah terpasang. Kami  berharap, bangunan kanopi ini lebih kuat, sehingga tidak  menimbulkan kekhawatiran,” kata Sugianto, salah satu pedagang.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN