JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ribuan Pelanggan PDAM di Gondang Sragen Protes Kualitas Air, Berbau Anyir dan...

Ribuan Pelanggan PDAM di Gondang Sragen Protes Kualitas Air, Berbau Anyir dan Keruh

151
BAGIKAN
KOTORAN MENGKHAWATIRKAN- Muh Subekti, warga Gondang saat menunjukkan sampel air PDAM di rumahnya yang keruh bercampur kotoran mirip serpihan logam dan memicu keresahan pelanggan. Kejadian ini bahkan terjadi pada September tahun lalu dan kembali terulang lagi Foto : Wardoyo

SRAGEN – Ribuan pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Gondang mengeluhkan kualitas air yang belakangan berubah menjadi bau anyir dan keruh.

Mereka pun meminta pihak terkait segera turun tangan melakukan perbaikan lantaran kondisi air dinilai sudah tak layak konsumsi.

Keluhan itu mencuat hampir di semua wilayah Rukun Tetangga (RT) di Kecamatan Gondang yang mendapat suplai air PDAM. Tidak hanya di wilayah desa, keluhan juga dilontarkan pelanggan yang ada di wilayah ibukota kecamatan.

Ketua RW V Gondang Baru, Sofwan Badri mengungkapkan menurunnya kualitas air PDAM itu sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir.

Menurutnya air mengeluarkan bau dan berubah rasa. Selama dua bulan terakhir, warga terpaksa harus membeli air bersih dari pedagang keliling karena tak lagi berani mengkonsumsi air PDAM.

“Airnya berbau seperti mengandung logam. Rasanya juga berubah, sehingga malah membuat seling surup. Kemarin saya minta dibuatkan the orang rumah, saya cluluk (berkomentar, red) kok rasanya beda. Saya minta ganti kopi, rasanya juga berubah. Ternyata yang berubah airnya,” papar Badri, Rabu (5/7/2017).

Keluhan serupa juga mencuat dan menjadi usulan mayoritas perwakilan RT yang hadir dalam pertemuan RT se-Gondang, dua hari lalu.

Wakil Ketua DPRD asal Gondang, Bambang Widjo Purwanto menyampaikan di pertemuan RT dan RW itu, kualitas air PDAM memang banyak dikeluhkan karena mengeluarkan bau busuk dan anyir, mirip besi berkarat.

Karenanya, ia juga berharap persoalan buruknya kualitas air itu segera ditindaklanjuti sehingga pelanggan dan masyarakat tidak semakin dirugikan. Terlebih, sebentar lagi PDAM akan menaikkan tariff dasar.

“Baunya busuk dan anyir. Kalau di bak agak lama nanti muncul seperti endapan kotoran. Di Gondang ada ribuan pelanggan karena hampir semua desa ada. Kasihan kalau dibiarkan karena warga harus keluar uang lagi untuk beli jeriken-an,” jelasnya.

Terpisah, Dirum PDAM Sragen, Supardi mengaku sudah menerima keluhan itu. Menurutnya kondisi itu disebabkan penggunaan air dari sumur PDAM di Desa Tunggul yang secara kualitas memang mengandung FE dan MN (besi dan mangan) meski masih di bawah ambang batas.

Sebagai solusinya, tim teknis sudah diterjunkan melakukan pembersihan pipa (flashing) pada malam hari, serta sebentar lagi akan dipasang instalasi penyaringan (filtrasi) dengan alat DME 65 yang dijadwalkan dipasang pekan depan.

“Sebenarnya kita sudah siapkan instalasi penyaring DME 65 itu. Tapi kemarin belum bisa dipasang karena waktunya mepet dan ngoyak kebutuhan air untuk memenuhi lonjakan Lebaran dulu. Pondasinya sudah siap tinggal dipasang alatnya itu. Mungkin butuh seminggu untuk pemasangan,” terangnya.

#Wardoyo