Rumahnya Dieksekusi Gara-Gara Utang Rp 400 Jt, Caleg Cantik Asal Sragen...

Rumahnya Dieksekusi Gara-Gara Utang Rp 400 Jt, Caleg Cantik Asal Sragen Ini Nekat Melawan..

3293
BUKTI LAPORAN- Eka Yulianti (34) didampingi suaminya saat menunjukkan surat bukti aduannya ke Polres Sragen pada Oktober 2016, Senin (13/02/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Eksekusi lahan pekarangan dan bangunan rumah milik mantan Caleg DPRD Sragen dari Hanura, Eka Yulianti (35) di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Senin (10/7/2017) berlangsung memanas. Eksekusi buntut dari kasus utang piutang itu diwarnai pemboikotan dari pihak termohon.

Eksekusi dilangsungkan pukul 10.00 WIB dengan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi di balai desa setempat. Eksekusi rumah dan tanah seluas 336 m2 milik mantan Caleg cantik itu dikawal ketat oleh personel kepolisian dan Satpol PP.

Informasi yang dihimpun di lapangan, eksekusi dilakukan atas dasar Penetapan Ketua Pengadilan negeri Sragen kelas IA tanggal 14 Juni 2017 nomor 1/Pdt/eks.Pengos./PN.Srg. yang diterbitkan PN Sragen atas permohonan Suranto selaku pemohon. Di hadapan pemohon maupun termohon dan pihak terkait, Juru Sita PN Sragen, Maryoto dengan membacakan surat keputusan itu.

Baca Juga :  Buntut Penggerebekan 1 Ton Sabu di Anyer, Polres Sragen Langsung Gelar Tes Urine Dadakan

Selanjutnya eksekusi dilakukan pada pukul 11.00 wib dengan dilakukan
pengosongan rumah dilaksanakan oleh team Juru Sita dan dibantu oleh Pasukan dari Dalmas Polres Sragen serta Pasukan dari Polsek Masaran. Personel langsung mengangkat barang didalam rumah yang sementara dikontrak oleh perempuan bernama Tari asal Surakarta namun kemarin tidak ada di lokasi.

“Semua perabot kemudian dipindah ke sebelah rumah milik Supardi di Dukuh Pandak, Krikilan, Masaran. Semua Akses masuk baik pintu ataupun jendela di tutup dengan menggunakan seng dengan tujuan agar memisahkan antara rumah Induk dengan rumah yang di Eksekusi,” papar Kapolsek Masaran, AKP Mujiono.

Sementara, eksekusi itu disayangkan oleh suami termohon, Dendy Kisma bersama Eka Yukianti. Ia menyampaikan pihaknya akan mengadakan perlawanan pasca penetapan lelang dan eksekusi yang menurutnya tidak sah.

Baca Juga :  Wah, Penampilan Bening Guru-Guru Pembimbing MOS di SMK Sragen Ini Bikin Sebagian Siswa Gagal Fokus

“Mulai hari ini dan seterusnya, kami akan melakukan perlawanan. Karena
tidak hadirnya yang menempati rumah ini, sehingga merupakan keputusan sepihak dan kami keberatan,” tukasnya.

Eksekusi itu sebagai buntut kasus sengketa utang piutang antara Eka dengan mantan Ketua Timsesnya semasa pencalegan di Tahun 2014, Suranto. Suranto yang dipasrahi sertifikat rumah itu untuk dicarikan utangan untuk biaya pencalegan Eka kemudian menyampaikan total biaya habis Rp 400 juta.

Namun Eka menampik karena menilai terlalu besar dan menilai uang biaya itu tidak disertai kuitansi dan surat perjanjian utang piutang. Eka yang nyaris meraih sisa kursi di Dapil I akhirnya gagal terpilih. Sempat terjadi sengketa hingga akhirnya berujung eksekusi. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN