JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Satu Pelaku Teror Penembakan Sragen Ternyata Positif Narkoba, Kepala DPU Bakal Diperiksa

Satu Pelaku Teror Penembakan Sragen Ternyata Positif Narkoba, Kepala DPU Bakal Diperiksa

1891
BAGIKAN
Tim PMI dan Polres saat mengevakuasi dua pelaku teror penembakan di Banjar Asri, Nglorog, Sragen sesaat setelah menabrak buk saat hendak kabur dari kejaran warga, Jumat (21/7/2017). Foto/istimewa

SRAGEN– Polres Sragen memastikan akan memanggil kembali beberapa pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan munculnya aksi teror penembakan yang dilakukan terhadap rumah Priyo Dwi Sambodo (36), aktivis LSM Topan RI dan rekanan proyek asal Kampung Banjar Asri, Nglorog, Sragen, akhir pekan lalu.

Mereka akan diperiksa untuk menguak
benang merah persoalan proyek atau hal lain yang diduga memiliki keterkaitan hingga memunculkan istilah fee dan kasus teror tesebut.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Senin (24/7/2017). Ia mengatakan bahwa pengusutan kasus teror penembakan itu tidak hanya berhenti pada sebatas kasus penembakan saja. Akan tetapi, pihaknya akan mengembangkan penyelidikan guna menguak indikasi persoalan hulu yang melatarbelakangi terjadinya teror bernuansa proyek dan fee itu.

Oleh karenanya, beberapa pihak itu akan kembali dipanggil dalam satu dua hari ke depan. Selain rekanan yang sebelumnya pernah didatangi dan mendapat ancaman dari pelaku, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Marija, juga akan turut dipanggil untuk diperiksa.

“Iya ini masih kami lakukan pengembangan. Yang jelas kita akan usut sampai ke hulu. Ada persoalan apa sebelumnya sehingga kemudian bisa muncul istilah minta fee dan jatah proyek itu. Kita akan usut tuntas supaya terang persoalan dan motifnya. Makanya nanti termasuk beberapa pihak yang ada keterkaitan dan Kepala DPU juga akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” paparnya Senin (24/7/2017).

Informasi yang dihimpun Joglosemar, pemanggilan akan dilakukan bertahap mulai hari ini (Selasa, 25/7). Mereka yang dipanggil diantaranya, SH, rekanan yang dua hari sebelum kejadian didatangi dan ditelepon pelaku SY alias KPK (40), termasuk saksi korban, Priyo Dwi Sambodo dan Kepala DPU, Marija.

Pengusutan hingga ke hulu itu juga terkait dengan kesimpulan dari keterangan 12 saksi yang sudah diperiksa dan menyimpulkan bahwa motif penembakan itu dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati KPK karena jatah fee dari lelang proyek yang dimintanya tidak digubris oleh korban.

Di sisi lain, Kapolres mengungkapkan dari hasil pemeriksaan lanjutan, satu tersangka penembakan itu juga diketahui positif mengonsumsi narkoba. Saat ditanya siapa yang positif narkoba, disampaikan bahwa yang tidak positif adalah oknum TNI AU berinisial MM (41). Saat ini kasus ini juga masih ditangani oleh penyidik.

Sementara setelah sempat dirawat di RSUD sejak Jumat (21/7/2017), Senin (24/7/2017) kemarin tersangka KPK sudah dibawa ke Mapolres dengan kondisi
diborgol. (Wardoyo)