Sejumlah Alat Sistem Peringatan Dini Bencana di Wilayah Rawan Longsor Karanganyar Rusak

Sejumlah Alat Sistem Peringatan Dini Bencana di Wilayah Rawan Longsor Karanganyar Rusak

61
ilustrasi longsor. Foto : Dok Joglosemar

KARANGANYAR—Sejumlah perangkat early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini yang dipasang di wilayah rawan longsor di Karanganyar dilaporkan rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan tak berdaya untuk melakukan perbaikan lantaran biayanya teramat mahal.

Hal itu terungkap saat dilakukan mitigasi bencana di beberapa wilayah rawan longsor oleh mahasiswa KKN UGM Yogyakarta, Kamis (6/7/2017).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengungkapkan, saat ini memang ada beberapa EWS yang terpasang di beberapa titik rawan bencana longsor bantuan dari UGM, ITB, LIPI, UNS dan berbagai pihak lainnya.

Namun kondisinya beberapa ada yang sudah rusak. Terkait kerusakan itu, ia mengatakan, BPBD tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya melaporkan kerusakan kepada pihak yang memberikan bantuan EWS tersebut.

Baca Juga :  Minim Rambu dan Pengaman Jurang, Tanjakan di Karanganyar Ini Dinilai Rawan Kecelakaan

“Kami sampaikan ke yang bersangkutan kalau EWS rusak. Karena kalau memperbaiki katanya mahal,” katanya, Jumat (7/7/2017).

Bambang menyampaikan, salah satu mahasiswa yang mengikuti KKN itu sebenarnya bisa memperbaiki EWS milik UGM yang rusak. Tetapi, mahasiswa itu hanya berani mengecek EWS milik UGM saja.

MITIGASI BENCANA—Sejumlah mahasiswa KKN UGM saat melakukan pengukuran dan survei mitigasi bencana di daerah Ngargoyoso, Kamis(6/7). Foto: Dok BPBD Karanganyar

Sedangkan untuk EWS bantuan dari lain pihak tidak berani membuka lantaran sistemnya berbeda. “Kami punya EWS bantuan yang dari UGM, ITB, LIPI, UNS, dan lain-lain. Kami melu handarbeni,” tuturnya.

Sementara, terkait mitigasi bencana yang dilakukan mahasiswa KKN UGM itu, dinilai sangat membantu. Dengan kegiatan itu, diharapkan dapat digunakan untuk menyusun peta kerentanan tanah yang terbaru atau up to date.

Peta itu nantinya akan menjadi dasar menetapkan lokasi pemasangan EWS. Selain mitigasi bencana dan pemasangan EWS, mahasiswa KKN UGM juga berencana melaksanakan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana tanah longsor di wilayah paling rawan sesuai hasil survei.

Baca Juga :  Geger MTS Muhammadiyah di Karanganyar, Guru dan Karyawan Rame-Rame Tuntut Kasek Dilengser

Mitigasi bencana dilakukan dengan survei zona rawan longsor di antaranya di Dukuh Sumbergede, RT 3 RW I, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Metode yang digunakan adalah mikroseismik menggunakan seismometer.

Seismometer merekam getaran skala mikro dari tanah. Data rekaman akan diolah sehingga menghasilkan frekuensi alami tanah untuk mengetahui tingkat kerawanan  tanah.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN