JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Serapan Anggaran Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah di Solo Rendah

Serapan Anggaran Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah di Solo Rendah

25
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
SERAPAN ANGGARAN RENDAH – Seorang warga melintas di lokasi proyek pembangunan Plasa Manahan, Surakarta, Kamis (13/7). Serapan anggaran baik kegiatan fisik maupun kegiatan non fisik di sejumlah organisasi perangkat daerahpada semester satu tahun 2017 masih rendah.

SOLO – Serapan anggaran kegiatan baik fisik atau non fisik di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di semester satu tahun 2017 ini masih rendah.

Dari total 169 kegiatan fisik di organisasi perangkat daerah (OPD) sekitar 84 kegiatan progres kinerjanya di bawah rata-rata kota, yakni 36,14 persen. Sedangkan untuk serapan anggaran sekitar 57,4 persen.

“Ini harus ada percepatan di OPD mengingat APBD Perubahan akan segera dimulai pembahasannya. Jangan sampai nanti menambahi beban di Perubahan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Yulistianto, Kamis (13/7/2017).

Kendati serapan anggaran masih rendah namun bukan berati pembangun tersendat melainkan tetap jalan terus. Masing-masing OPD diharapkan bisa memaksimalkan anggaran yang didapat.

Bagi OPD yang serapan anggaranya rendah tidak bisa mengajukan anggaran di APBD Perubahan. “Saya tidak hafal OPD mana saja,” kata dia.

Lanjut dia, ada sejumlah penyebab kenapa serapan anggaran semester satu itu lemah. Pasalnya pencairan anggaran biasanya dilakukan mendekati akhir tahun.

Selain itu pencairan anggaran pembangunan yang diajukan pihak ketiga yang diakhirkan. Jadi pelaksanaan proyek pembangunan daerah tak selalu berbanding lurus dengan penyerapan APBD.

“Proyek atau kegiatan fisik sudah berjalan tapi memang belum ada proses pembayaran,” imbuhnya.

Sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta, Suyamto menyatakan jika serapan anggaran belanja langsung dan tidak langsung sampai semester satu ini tercatat 33,19 persen atau Rp 625.474.770.533 dari total anggaran belanja daerah Rp1.884.538.014.184. Untuk realisasi pendapatan daerah terserap 52,74 persen atau senilai Rp 953.005.653.401.

Sementara itu Kepala BPPKAD Surakarta, Yosca Herman Soedrajat mengatakan adanya perombakan OPD di awal tahun membuat tidak optimalnya penyerapan anggaran.

Dimana OPD masih melakukan penyesuaian tata kelola anggaran sampai memasuki triwulan I tahun ini. “Kita sudah minta mereka bekerja cepat,” pungkasnya.

#Ari Welianto