Sinergitas TNI-Warga Sragen Bangun Bronjong di Desa Pandak, Demi Selamatkan Makam dan...

Sinergitas TNI-Warga Sragen Bangun Bronjong di Desa Pandak, Demi Selamatkan Makam dan Jalan

210
Joglosemar | Wardoyo
PERESMIAN BRONJONGISASI- PGS Dandim 0725/Srg, Letkol (Inf) M Ary
Yudistira didampingi Danramil, Camat dan BBWSBS saat meresmikan bronjongsasi di bantaran Sungai Mungkung Desa Pandak, Sidoharjo, Jumat (21/7).

Mengganasnya erosi wilayah bantaran Sungai Mungkung di Desa Pandak, Sidoharjo, rupanya memantik atensi tinggi dari jajaran TNI Kodim setempat.

Berkat kepedulian TNI dan usulan bronjongisasi, ancaman longsor yang selama ini menggerus sebagian lahan di bantaran Karangmanis, di desa tersebut sedikit mulai terkikis.

“Alhamdulilah dengan selesainya bronjongisasi talud ini, mudah-mudahan yang dulu sering longsor sekarang tidak lagi. Ini semua bisa terbangun berkat peran serta masyarakat juga. Kita nggak bisa bergerak tanpa masyarakat,” ujar Pejabat Pengganti Sementara (PGS) Dandim 0725/Srg, Letkol (inf) M Ary Yudistira saat memberi sambutan dalam peresmian bronjongsasi di Pandak, Jumat (21/7/2017).

Sambutan hangat disampaikan Camat Sidoharjo, Samsuri yang mengapresiasi kesigapan TNI untuk mengusulkan bronjongisasi di wilayah bantaran Pandak yang sebelumnya selalu dihantui banjir dan longsor.

Danramil Sidoharjo, Kapten (Inf) Suparno menuturkan, ide bronjongisasi itu awalnya datang dari permohonan Kades Pandak karena seringnya longsor dan banjir di beberapa titik yang ada di bantaran Mungkung.

Salah satunya di Karangmanis yang merupakan daerah tempuran sungai Mungkung dan sudah banyak amblas akibat tergerus erosi sungai.

Dari aspirasi itu, kemudian diajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan disetujui untuk kemudian dibangun bronjongisasi.

“Panjangnya 40 meter, tinggi 2,5 meter. Ini selesai dikerjakan selama 21 hari bersama antara TNI dan masyarakat. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan mencegah erosi maupun banjir,” terangnya.

Kades Pandak, Joko Suwanto mengakui sebenarnya ada 6 titik di wilayahnya yang rawan longsor. Satu titik Karangmanis itu memang yang terparah karena lahannya terus tergerus sungai hingga mengancam jalan desa dan makam serta punden Ligit yang selama ini dikeramatkan warga.

“Yang lima titik ada di RT 13,14, 17 dan 18 Dukuh Pandak dan Karangmanis. Sejak ada normalisasi itu memang banyak titik yang longsor, dengan bronjongsasi ini setidaknya menyelamatkan jalan warga, makam dan punden yang ada di tepi sungai ini,” tukasnya.

Petugas Teknis Lapangan BBWSBS, Djudijo menambahkan sebenarnya banyak wilayah bantaran sungai Bengawan Solo maupun anak sungai di Sragen yang rawan longsor.

Akan tetapi ketersediaan dana menjadikan BBWSBS harus melakukan skala prioritas mana yang layak dan mendesak untuk segera ditangani terlebih dahulu.

Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR