JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Soal Polemik Tuntutan di MTS 3 Kerjo, Semua Guru Buat Kesepakatan

Soal Polemik Tuntutan di MTS 3 Kerjo, Semua Guru Buat Kesepakatan

115
BAGIKAN
ilustrasi guru

KARANGANYAR– Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar mengklaim persoalan konflik di internal antara guru, karyawan dengan Kepala Sekolah (Kasek) MTS Muh 3 Kerjo sudah selesai.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) kecamatan setempat sudah memanggil semua guru dan sudah ada kesepakatan untuk tidak mempersoalkan lagi masalah yang ada.

“Kemarin PCM sudah ketemu dan semua guru sudah dipanggil. Sudah klir dan tidak akan diperpanjang. Kekurangannya hanya ada di komunikasi,” papar Ketua PDM Karanganyar, Samsuri kepada Joglosemar, Minggu (23/7/2017).

Samsuri menguraikan, dengan kesepakatan itu menurutnya konflik yang sempat mencuat soal tuntutan pelengseran Kasek berinisial AT, sudah selesai. Ia juga menyampaikan dari semua guru, hanya tinggal dua sampai tiga orang yang tidak hadir dalam pemanggilan tersebut.

Menurutnya satu dari dua orang itu memang diketahui bermasalah dan sudah ada catatannya di PCM. Sedang satunya cuma salah paham soal keinginan Kasek agar putranya dibujuk siapa tahu mau sekolah di MTS Muh 3 Kerjo, tapi ditafsirkan harus disekolahkan di situ.

Kon melu mikir itu bukan berarti kon nyekolahke di situ. Tapi nggur kon ngerih-ngerih siapa tahu anaknya mau sekolah di situ,” tuturnya.

Samsuri juga menjelaskan, PCM sudah mendeteksi ada dua orang yang menggerakkan konflik hingga menuntut pelengseran Kasek. Dalam klarifikasi, kritik terbanyak terhadap Kasek memang kurangnya komunikasi dengan guru.

Ia juga menegaskan, bahwa pengangkatan guru bukan kewenangan Kasek dan tidak ada pemecatan. Soal adanya guru yang tidak diberi jam mengajar, hal itu dianggap wajar lantaran menurutnya satu guru yang di sanksi tanpa jam itu punya riwayat pernah dikeluarkan juga dari MTS lain.

“Jadi yang nuntut itu orang bermasalah. Yang dituduhkan ke Kasek sebagian ada yang tidak benar juga. Makanya imbauan kami ke depan agar komunikasi lebih diperbaiki. PCM kalau bisa juga rajin mendampingi pertemuan dua minggu sekali datang ke sekolah,” tukasnya.

Wardoyo