Solo Butuh 13 Hektare Makam Baru, Lahan Tersisa Hanya Cukup 11.000 Jasad

Solo Butuh 13 Hektare Makam Baru, Lahan Tersisa Hanya Cukup 11.000 Jasad

36
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
LAHAN MAKAM KRITIS—Warga melintas di Taman Pemakaman Umum Purwoloyo, Jebres, Surakarta, Senin (24/7/2017). Lahan pemakaman di Kota Surakarta semakin sempit.

SOLO – Kota Solo krisis lahan pemakaman untuk warga, saat ini hanya menyisakan sekitar 11.000 jasad saja untuk pemakaman. Kondisi itu hanya bisa untuk memenuhi proses pemakaman warga lima tahun ke depan.

Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berupaya untuk mencari lahan yang akan dipakai untuk permakaman. “Lima Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemkot semakin kritis,” terang Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP) Surakarta, Agus Djoko Witiarso kepada wartawan, Senin (24/7/2017).

Kelima TPU yang dikelola Pemkot, yakni Bonoloyo, Pracimaloyo, Daksinoloyo, Untoroloyo dan Purwoloyo hampir overload. Dua lahan sedang sengketa dengan daerah lain dan sedang menunggu keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemkot mulai memikirkan untuk mencari lahan yang dipakai permakaman, namun itu harus di luar Solo karena Solo sudah tidak ada lahan luas.

Agus mengatakan setidaknya dibutuhkan sekitar 13 hektare lahan untuk kebutuhan pemakaman 20 tahun ke depan. “TPU yang ada itu sudah hampir penuh perlu ada solusi, memang ada makam kampung tapi sudah tidak dipakai lagi. Kalau mau beli harus di luar, karena di Solo sudah tidak ada lahan yang luas,” ungkapnya.

Sebenarnya dulu sejak 2017 lalu Pemkot berupaya untuk membeli lahan seluas 5 hektare di Jeruksawit, Karanganyar. Hanya saja rencana itu tidak bisa terwujud, karena terganjal peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah setempat yang tidak boleh dipergunakan untuk lahan permakaman.

Lebih lanjut Agus mengatakan pihaknya terus mencari dan mempertimbangkan untuk membeli di lokasi lain, namun akan dikaji terlebih dahulu mengenai aspek-aspek legal, rencana RTRW setempat dan nonteknis. “Kita masih berupaya mencari lahan, sudah ada namun kita kaji terlebih dahulu. Ini sangat mendesak untuk kebutuhan makam,” kata dia.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Yulistianto mengatakan jika pemkot mendesak untuk mencari lahan permakaman. Karena TPU yang dikelola pemkot saat ini kapasitasnya sudah terbatas. “Kita memang butuh lahan untuk makam yang saat ini sudah terbatas,” imbuhnya.

Budi menambahkan, untuk membeli lahan dibutuhkan proses panjang termasuk anggaran. ”Sampai saat ini belum ada alokasi anggaran APBD untuk keperluan pembelian lahan makam itu. Itu butuh proses panjang dan mungkin akan kita bahas lagi,” pungkasnya.

#Ari Welianto

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR