JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tak Tahan Dengan Keadaan, Seorang PNS Satpol PP Sragen Nekat Gantung...

    Tak Tahan Dengan Keadaan, Seorang PNS Satpol PP Sragen Nekat Gantung Diri

    11722
    BAGIKAN

    Petugas Identifikasi Polres Sragen saat olah TKP di lokasi tempat PNS Satpol PP yang bunuh diri dengan menggantung di Sambirejo, Jumat (28/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

    SRAGEN– Seorang PNS di lingkungan Pemkab Sragen, Agus Supriyo (43) membuat gempar dengan nekat bunuh diri, Jumat (28/7/2017). PNS yang berdinas di Satpol PP itu ditemukan tewas gantung diri di rumah salah satu warga di Dukuh Kuwut RT 11, Desa Jetis, Sambirejo.

    Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad pria itu ditemukan sehabis subuh sekira pukul 04.30 WIB. PNS yang berdomisili di Kampung Sumengko, Sragen Tengah itu menggantung dengan seutas tali tambang yang ditambatkan di blandar belakang rumah milik Hariyanto (36) itu.

    Jasad korban kali pertama ditemukan Hariyanto (36) sekira pukul 04.30 WIB. Menurut keterangan saksi kepada petugas, pagi itu ia hendak buang air kecil.

    Saat itu ia curiga ketika mendapati kayu blandar penyangga dinding di samping rumah sudah raib. Bayanganya pun tertuju ke mana-mana.

    Saat hendak mencari kayu itu, ia malah dikejutkan dengan pemandangan Agus yang sudah meregang nyawa menggantung di blandar itu. Di lokasi kejadian ditemukan mobil Grand Livina milik korban.

    Mendapati hal itu, saksi langsung histeris dan meminta pertolongan. Tak lama berselang tim Polsek langsung tiba untuk mengevakuasi jasad korban.

    Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin membenarkan insiden itu. Menurutnya, kejadian itu juga mengejutkan karena sebelumnya tidak ada keluhan atau tanda kejanggalan pada korban.

    “Enggak ada apa-apa. Teman-teman dekatnya yang tanya ke saya juga saya jawab nggak tahu. Kemarin saya di Semarang baru pulang dikabari itu juga kaget. Ini baru mau meluncur ke lokasi, ” paparnya.

    Kades Jetis, Priyono menguraikan korban memang pernah bertugas menjaga tower di wilayah Kuwut, Jetis. Sehingga ia hafal kawasan itu. Sedangkan kampung kelahirannya ada di Dukuh Garit, Sambirejo.

    “Tidak ada gejala atau tanda-tanda apa-apa. Tahunya sudah ditemukan gantung itu, ” paparnya.

    Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan kejadian itu. Menurutnya saat ini tim baru melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian PNS tersebut.

    “Hasil visum tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan. Murni bunuh diri, ” jelasnya.

    Sementara informasi yang dihimpun, korban ditengarai nekat mengakhiri hidupnya karena tak tahan dengan keadaan dan persoalan yang mendera rumah tangganya. Seusai visum, jasad korban dimakamkan di pemakaman umum Dukuh Garit. Wardoyo