JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tangis Histeris Sambut Jenasah Bocah SD di Jenar, Sragen Yang Tewas di...

Tangis Histeris Sambut Jenasah Bocah SD di Jenar, Sragen Yang Tewas di Kubangan Sawah

8768
BAGIKAN
Ilustrasi bocah tewas

SRAGEN– Nasib tragis menimpa seorang bocah laki-laki bernama Saham Mahfud asal Dukuh Banyu Urip RT 2/1, Desa banyu Urip, Jenar. Bocah yang masih duduk di bangku SD itu ditemukan tewas di blumbang atau kubangan sawah berkedalaman sekitar 1,5 meter di wilayah setempat.

Korban yang sempat dilaporkan hilang oleh teman-temannya, ditemukan di dasar kubangan dalam kondisi tak bernyawa. Insiden itu terjadi saat bocah malang itu tengah bermain di dekat kubangan bersama teman-temannya diantaranya Rio Ferdinan dan Aji Kurniawan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Menurut informasi warga sekitar, siang itu korban bersama beberapa teman sebayanya tengah bermain-main di dekat kubangan atau dalam istilah jawa disebut blumbang di sumur belik milik salah satu petani berjarak 500 meter dari permukiman.

Kebetulan kubangan itu terisi air dalam kedalaman sekitar satu meter lebih sedikit. Diduga kuat, saat asyik bermain, korban terpeleset sehingga jatuh ke dalam kubangan. Teman-teman korban baru kaget setelah mendapati korban mendadak tidak lagi terlihat.

Melihat satu temannya hilang, mereka langsung panik dan melaporkan hilangnya Saham ke orangtuanya, Sono. Bersamaan dengan laporan itu, orangtua korban dengan dibantu warga sekitar langsung melakukan penyelaman untuk mencari keberadaan korban.

Tak lama berselang, korban berhasil ditemukan di dasar kubangan dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Penemuan jasad korban langsung disambut histeris orangtuanya dan teman-teman korban. Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya penemuan jasad bocah yang tenggelam di kubangan Jenar itu.

“Setelah ditemukan dan diangkat, korban langsung dibawa ke Puskesmas. Namun kondisinya memang sudah meninggal dunia. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Dugaannya karena terpeleset dan tidak bisa berenang,” paparnya.

Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan, Endro menyampaikan saat dievakuasi pertama kali, kondisi korban memang sudah meninggal dunia. Karena pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah, selesai visum, jasad bocah itu kemudian langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sementara menurut keterangan warga, penemuan jasad bocah itu pun langsung disambut tangis histeris dari keluarga yang tak menyangka bocah mungil itu bakal pergi selamanya dengan cara terbilang tragis. Isak tangis dari orangtua utamanya ibu korban juga terus mengiringi kedatangan jenasah hingga menuju ke pemakaman terakhir di dukuh setempat. Wardoyo