Tarif PDAM Sragen Akan Naik 3 Kali Sampai 2019, Tunggakan PDAM masih...

Tarif PDAM Sragen Akan Naik 3 Kali Sampai 2019, Tunggakan PDAM masih Rp 1,3 miliar

207
ilustrasi

SRAGEN—Di tengah keputusan menaikan tarif sebesar 20 persen, PDAM Tirtonegoro Sragen melansir beban tunggakan tagihan rekening di pelanggan yang masih mencapai Rp 1,3 miliar hingga tengah tahun 2017 ini. Sementara, kalangan DPRD dan pelanggan sedikit menyayangkan kenaikan tarif di tengah sulitnya ekonomi dan kenaikan beban hidup termasuk naiknya tarif dasar listrik (TDL) baru-baru ini.

Besarnya tunggakan tagihan itu terungkap saat digelar konferensi pers terkait kenaikan tarif baru PDAM, Senin (10/7). Penjabat Sementara (Pjs) Dirut PDAM Sragen Supardi mengungkapkan, selain
penyesuaian tarif, salah satu target PDAM saat ini adalah menekan angka tunggakan tagihan di pelanggan.

Menurutnya, hingga kini tunggakan tagihan di PDAM Sragen masih mencapai Rp 1,3 miliar atau 10 persen dari potensi pemasukan. Besarnya tunggakan ini membuat PDAM setiap tahun selalu mendapat teguran dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menilai target efisiensi di PDAM Sragen tak terpenuhi.

“Ya, sampai saat ini angka tunggakan kita masih Rp 1,3 miliar. Paling banyak ada di pelanggan dan sebagian kecil di instansi Hankam. Tapi kalau di instansi itu lebih karena mekanisme pembayarannya harus melalui prosedur,” ungkapnya didampingi jajaran direksi dan manajemen.

Supardi menguraikan, dengan penerapan denda yang naik 100 persen dari Rp 5.000 menjadi Rp 10.000 per bulan, diharapkan menekan perilaku penunggak. Ia menarget angka efisiensi pembayaran bisa mencapai 95-98 persen. Selain tunggakan, tugas berat PDAM yakni juga menekan angka kebocoran air yang saat ini menembus angka 31 persen.

Baca Juga :  Jembatan Mbenjingan di Sragen Ini Kondisinya Merana

Kebocoran ini melebihi angka standar kebocoran yang ditoleransi secara nasional, yakni di angka 20 persen. Namun, menurutnya, kebocoran PDAM daerah-daerah memang di kisaran 30 hingga 40 persen. Lebih lanjut dijelaskan, untuk kenaikan tarif sendiri akan diterapkan selama tiga tahun hingga 2019 mendatang. “Untuk 2017 ini naik 20 persen, 2018 besok naik lagi 10 persen, dan 2019 diproyeksikan naik 10 persen mempertimbangkan angka inflasi per tahun yang berkisar 6 persen,” terangnya.

Di sisi lain, kebijakan kenaikan tarif itu mendapat kritikan dari DPRD dan pelanggan. Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB, Hariyanto menilai, kenaikan tarif itu sebagai keputusan terlalu berani oleh direksi PDAM yang saat ini masih belum ada pimpinan definitif. Selain itu, kenaikan itu akan sangat memberatkan masyarakat di tengah tingginya beban hidup dampak kenaikan tarif listrik beberapa waktu lalu. “Padahal setiap tahun ada dana DAK dari pusat dan APBD juga selalu memberikan penyertaan modal ke PDAM,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar, Bambang Widjo Purwanto menilai, tidak masalah seandainya dasar hukum dan pertimbangan menaikkan tarif itu benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Akan tetapi, ia hanya berharap apabila memang naik, pelayanan utamanya, kelancaran dan kualitas air harus lebih ditingkatkan.

Baca Juga :  Waduh, Dukun Tua Ini Tega Cabuli Siswi SLTA

“Jangan sampai ada keluhan, air keruh diberikan lagi. Karena sekarang masyarakat sudah susah ditambah tarif air naik lagi, bisa makin tambah susah,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pelanggan asal Dukuh Pedakan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Agung Widodo mengaku sedikit keberatan dengan kenaikan tarif yang nantinya akan dilakukan dalam tiga tahun ke depan. Jika kenaikan sudah menjadi jalan terakhir, ia hanya berharap cukup dinaikkan di 2017 saja, tidak perlu berlanjut naik di 2018 dan 2019.

“Kalau untuk pelanggan yang pakainya antara 0-10 meter kubik seperti saya, mungkin nggak begitu terasa. Tapi kalau habisnya di atas 11 meter kubik, nanti baru akan terasa tarifnya. Makanya kalau bisa rencana kenaikan di 2018 dan 2019 dibatalkan saja,” ujarnya.

Ia juga meminta kenaikan tarif itu harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Sebab selama ini layanan air utamanya kelancaran masih sering bermasalah dan mati mendadak. “Seperti hari ini tadi (kemarin) jam 15.00 WIB tiba-tiba mati mendadak sampai sekarang belum hidup. Yang susahnya di sini,” ungkapnya. # Wardoyo

Sumber: PDAM Sragen

Advertisements
BAGIKAN