JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tergiur Dicarikan Pekerjaan, ABG Lulusan SMP asal Sragen Malah Dijadikan Budak Nafsu...

Tergiur Dicarikan Pekerjaan, ABG Lulusan SMP asal Sragen Malah Dijadikan Budak Nafsu Pacarnya

9392
PENCABULAN SISWI- Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman didampingi
Wakapolres Kompol Danu Pamungkas Totok saat menggelar ungkap
penangkapan tersangka penipuan dan pencabulan siswi SMP di Mapolres,
Jumat (28/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Nasib malang menimpa seorang remaja putri asal Sukodono sebut saja Mawar (15). Gara-gara tergiur dicarikan pekerjaan dan dinikahi, remaja yang baru lulus dari SMP itu justru menjadi korban penipuan dan pencabulan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri berinisial AJ (26), warga Sukodono.

Aksi penipuan dan pencabulan itu terungkap setelah orangtua korban, SP (48), melaporkan kepergian putrinya yang mendadak menghilang sejak tanggal 29 Juni 2017 lalu. Setelah dilacak, ternyata korban sudah dibawa kabur oleh AJ selama hampir 25 hari sebelum akhirnya ditangkap tim Polres Sragen di Pangkal Pinang, 23 Juli 2017 lalu.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan tersangka AJ ditangkap saat menginap bersama korban di sebuah pondok perkebunan kelapa sawit di wilayah Pangkal Pinang pada 23 Juli lalu. Tersangka ditangkap berkat pelacakan dan koordinasi yang dilakukan dengan Polsek Kelapa di wilayah Pangkal Pinang setelah mendeteksi keberadaan tersangka.

“Jadi tersangka ini melakukan perbuatan melarikan anak di bawah umur dengan bujuk rayu dan menggunakan dalih sayang kepada korban agar korban mau diajak pergi. Tersangka menjanjikan akan mencarikan pekerjaan dan setelah dapat uang akan pulang menikah. Selama diajak
pergi itu, korban juga telah dicabuli oleh tersangka,” papar Kapolres saat melakukan gelar pengungkapan kasus itu di Mapolres, Jumat (28/7/2017).

Dari penangkapan tersangka itu kemudian mengalir kronologis bagaimana dia membujuk korban hingga kemudian mengajak mengembara selama 25 hari dari pulau ke pulau dan kota ke kota di Pulau Sumatera. Diawali tanggal 29 Juni pukul 04.00 WIB, tersangka menjemput korban di
rumahnya di Sukodono untuk diajak pergi mencari pekerjaan di Bangka Belitung.

Semula korban menolak namun tersangka terus merayu akan menikahi dan mencarikan pekerjaan. Salah satu kalimat ajakan tersangka yang dikirim ke HP korban berbunyi “Aku ngajak kowe merso sayang karo kowe, pengen gawe kowe mari dolan. Mengko nek we due duwit mengko ndang mantuk nikah”.

Mendengar janji itu, korban akhirnya tak kuasa untuk menolak. Dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga dan SKHU, korban kemudian ikut tersangka. Selanjutnya, tersangka membawa korban naik bus hingga ke Tanjung Priok Jakarta. Sampai di Jakarta, kemudian memesan tiket kapal ke Palembang namun sudah habis.

Sempat dua hari menginap di Jakarta, tersangka kemudian membawa korban naik bus menuju Palembang. Namun sampai Palembang uang habis dan tersangka kemudian menuju Lampung dan menjadi buruh tebang tebu selama 2 pekan untuk mendapat uang.

Tanggal 14 Juli korban dibawa ke Bangka Barat menuju rumah ibu angkat tersangka. Karena tak kunjung dapat kerjaan, korban dibawa ke teman tersangka di Pangkal Pinang sebelum kemudian dijemput Polsek Kelapa dan dibawa tim Polres Sragen untuk pulang ke Sragen.

“Selama dalam pelarian itu, tersangka memang mengaku sudah mencabuli korban,” tukas Kapolres.

Tidak hanya itu, tersangka juga mengaku sudah mencabuli dan menyetubuhi korban berulangkali termasuk di wilayah Makam Cina di Gunung Banyak, SUkodono berulang kali.

Dari kasus itu, petugas mengamankan barang bukti diantaranya pakaian milik korban dan baju-baju milik tersangka. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 32 KUHP dan atau pasal 81 ayat 2 subdider pasal 82 jo pasal 76 E UU RI no35/2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun denda Rp 60 juta. Wardoyo

BAGIKAN