Tergiur Ritual Dukun Agar Lulus UN, Nasib Siswi SMP di Sragen...

Tergiur Ritual Dukun Agar Lulus UN, Nasib Siswi SMP di Sragen Malah Berakhir Tragis

6662
Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat merilis penangkapan dukun cabul dan praktik aborsi, Rabu (19/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Seorang kakek yang dikenal berprofesi sebagai dukun
berinisial SWN (60), asal Dukuh Canden, Desa Ketro, Tanon ditangkap Tim Polres Sragen Rabu (19/7/2017) karena dilaporkan telah mencabuli seorang siswi MTSN asal Desa Jono, Tanon berinisial SA (15). Uniknya, tersangka nekat mencabuli korban dengan iming-iming bisa membantu bisa lulus ujian nasional (UN) dengan nilai bagus.

Aksi bejat sang dukun paruh baya itu terungkap ketika Polres Sragen menggelar konferensi pers pengungkapan kasus itu di Mapolres, Rabu (19/7/2017). Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengungkapkan tersangka ditangkap di rumahnya di Tanon atas laporan telah melakukan pencabulan
terhadap anak di bawah umur melalui praktik supranatural.

“Tersangka ini menawarkan bisa membantu korban mengerjakan UN dengan mudah dan bisa lulus dengan nilai bagus kemudian membujuk korban untuk dicabuli. Tersangka sudah kami amankan di Polres dengan barang bukti seperangkat pakaian korban, sarung yang dikenakan pelaku dan bunga melati yang digunakan untuk sarana praktik tersangka,” papar Kapolres, Rabu (19/7/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pencabulan dukun kondang itu terjadi pada bulan Mei lalu menjelang pelaksanaan UN SMP dua bulan lalu. Kala itu, korban diajak oleh orangtuanya yang berniat meminta penglarisan dari tersangka agar usahanya semakin lancar.

Melihat korban yang berparas manis, rupanya sang dukun tua itu pun tergiur. Ia kemudian menawarkan diri bisa membantu korban jika ingin lulus UN dengan nilai bagus. Mendengar itu, orangtua korban mengiyakan begitu pula korban juga menurut saja.

Setelah itu, tersangka meminta korban masuk ke dalam kamar praktik dengan dalih melakukan ritual. Orangtua korban diminta menunggu di ruang tamu. Sesampai di kamar khusus, pelaku kemudian memberi
bungkusan kertas kecil yang di dalamnya berisi bunga melati dengan minyak serimpi seraya bilang agar bungkusan itu dibawa ketika mengerjakan UN.

Tak cukup sampai di situ, pelaku yang sudah dirasuki setan kemudian berpura-pura memegangi perut korban dan menanyakan apakah sering sakit. Korban tak menampik. Melihat korbannya menurut, tersangka kemudian berpura-pura membawa korban ke sekolah korban yang berjarak
hanya satu kilometer untuk mengambil pasir di depan gerbang sekolah.

Sesudah itu, mendadak tersangka membawa korban ke jalan tengah sawah dan di situlah korban dicabuli tersangka. Namun saat tersangka hendak menyetubuhinya, korban sempat berontak dan meminta pulang. Tersangka kemudian memboncengkan korban sembari mengancam jangan melaporkan kejadian itu ke siapapun.

Meski berhasil dibungkam, korban akhirnya baru terbuka setelah sebulan
kemudian orangtuanya mengajaknya kembali mendatangi tersangka untuk meminta penglarisan. Korban langsung menolak dan melarang hingga membuat orangtuanya curiga.

Setelah didesak, korban baru terbuka telah mendapat perlakuan cabul dari sang dukun. Mendengar itu, orangtua korban pun naik pitam dan langsung melaporkan kasus itu ke Polsek dan Polres. Sementara dugaan yang berkembang, korban pencabulan itu ditengarai lebih dari satu mengingat praktik perdukunan yuang dijalankan tersangka sudah berlangsung bertahun-tahun.

Kades Ketro, Wiratno membenarkan bahwa SWN adalah warganya yang sudah lama dikenal sebagai dukun. Perihal aksi pencabulan yang dilakukan tersangka, menurutnya hal itu juga di luar dugaan dan tidak ada yang menyangka.

“Kalau praktiknya sudah lama dan tahun-tahunan. Tamunya juga banyak dan dari mana-mana,” tukasnya. Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR