JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Terkuak, Jery Kurir Sabu Yang Bunuh Diri, Ternyata Tak Dapat Remisi

Terkuak, Jery Kurir Sabu Yang Bunuh Diri, Ternyata Tak Dapat Remisi

867
BAGIKAN
Foto almarhum Jery semasa pertama kali ditahan polisi. Foto/istimewa

SRAGEN– Jery Bian Sastro (35), tahanan kasus narkoba jaringan Kanit Polres Sragen Aiptu AGS alias Kenthut (42) yang ditemukan tewas gantung dori Minggu (25/6/2017) ternyata tidak termasuk warga binaan yang mendapat remisi Lebaran. Hal itu dikarenakan status kurir sabu asal Perum Margoasri Gang 2, Puro, Karangmalang itu masih tahanan titipan.

Hal itu disampaikan Kepala LP Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro kemarin. Saat dikonfirmasi Joglosemar, Rudy menyampaikan bahwa Jery tidak termasuk dalam daftar napi peraih remisi atau potongan masa tahanan Lebaran lalu.

“Statusnya masih sebagai tahanan Pengadilan Negeri (PN) Sragen. Karena masih tahanan maka dia tidak bisa dapat remisi, ” papar Rudy.

Namun, Rudy memastikan bahwa kondisi almarhum sebelumnya sangat sehat. Menurutnya tidak nampak tanda-tanda depresi atau kejanggalan fisiknya.

Ia juga memastikan pagi hari sebelum kejadian, yang bersangkutan masih menerima kunjungan bezuk dari istri dan anak-anaknya. Sehingga Rudy mengakui cukup terkejut ketika mendengar kabar bahwa yang bersangkutan ditemukan tewas di sel isolasi yang ditempatinya.

“Kami juga agak kaget. Wong paginya masih sehat dan menerima kunjungan istri dan anak-anaknya, ” tukasnya.

Jery mengakhiri hidupnya tepat bersamaan dengan momen Lebaran di hari setelah upacara pemberian remisi.

Pengedar sabu yang diketahui anak buah dari Aiptu AGS Kentut (42), mantan Kanit Idik Satres Narkoba yang menjadi bandar sabu itu, ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB. Ia menggantung dengan menggunakan kain sarung yang dililitkan ke leher dan ditambatkan ke blandar sel tersebut.

Sekedar kilas balik, Jery (35), ditangkap tim Ditnarkoba Polda Jateng Minggu (5/3/2017) malam saat dalam perjalanan di gang perumahannya usai pesta narkoba dengan sang Kanit Aiptu AGS.

Saat diamankan, ia membawa 26 paket sabu, sebuah timbangan elektrik, dua buah bong alat hisap dan tiga buah HP yang diduga barusaja diambil dari Aiptu AGS.

Sang Kanit sendiri kemudian juga dicokok dan saat ini masih mendekam di LP Kedungpane,Semarang. Wardoyo

  • Tride Darsono

    kog penuh misteri..