JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Terlalu Ugal-Ugalan dan Banyak Makan Korban, Ijin Bus EKA Bakal Dibekukan

Terlalu Ugal-Ugalan dan Banyak Makan Korban, Ijin Bus EKA Bakal Dibekukan

2707
BAGIKAN
Petugas Polres Karanganyar saat menghentikan dan mengevakuasi Bus EKA S 1515 US seusai menabrak dan menewaskan 2 warga di Kebakkramat, Selasa (4/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Insiden kecelakaan maut yang melibatkan PO Bus ANtar Kota ANtar Provinsi (AKAP) EKA jurusan Surabaya-Yogya yang menewaskan dua warga di Nglarangan, Kebakkramat, Selasa (4/7/2017) memantik reaksi keras dari kepolisian setempat. Geram dengan perilaku pengemudi yang terbukti ugal-ugalan, Polres pun mengisyaratkan untuk memberikan sanksi berat hingga rekomendasi pencabutan izin trayek bagi PO Bus asal Surabaya tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kasatlantas AKP Ahdi Rizaliansyah, Kamis (6/7/2017). Kepada Joglosemar, AKP Ahdi mengungkapkan saat ini timnya masih mengintensifkan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua warga asal Pulosari, Kebakkramat dan Mojolaban, Sukoharjo tersebut.

Menurutnya, dari analisa sementara dan keterangan sejumlah saksi yang sudah diperiksa, salah satu pemicu kecelakaan maut adalah faktor perilaku pengemudi Bus EKA S 1515 US, Sutrisno (55) yang dinilai ugal-ugalan. Kecepatan bus yang dipacu di atas rata-rata akhirnya membuat bus oleng dan menggasak dua pengendara motor hingga kemudian
menghantam median dan menyeberang jalur.

“Kalau melihat bus sampai menabrak median dan menyeberang jalur itu, nggak mungkin kalau hanya kecepatan 40 km/jam. Lalu kalau dilihat selama ini perilaku driver bus AKAP jenis itu (EKA) dan Surabayanan lainnya, hampir semuanya ugal-ugalan. Makanya kita akan pertimbangkan memberi sanksi tegas. Kalau perlu dicabut ijin trayeknya,” paparnya.

Menurut Kasatlantas, sanksi keras hingga pencabutan izin trayek diharapkan bisa memberi efek jera bagi pengemudi dari PO yang sama agar merubah perilaku mengemudinya dan tak lagi ugal-ugalan. Sebab perilaku itu selain membahayakan keselamatan penumpang, juga membahayakan keselamatan pengendara lain.

Terlebih selama ini, sudah banyak korban jiwa akibat kecelakaan yang dipicu oleh ulah mengemudi ugal-ugalan bus-bus AKAP dari agen Surabayanan seperti Sumber Kencono, Sumber Selamat, Eka maupun MIRA.

Karenanya, selain memproses pengemudi yang kemungkinan akan mengarah tersangka, pihaknya juga akan memberikan teguran ke pihak agen hingga rekomendasi sanksi tegas untuk PO-nya.

“Makanya nanti kami juga akan pertimbangkan berkoordinasi dengan dinas perhubungan (Dishub) bagaimana memberi sanksi tegas atau kalau pencabutan izin trayek itu pertimbangannya apa,” jelasnya.

Terpisah, Kepala DInas Perhubungan Karanganyar, Sundoro mengatakan kecelakaan maut yang melibatkan Bus EKA dan menewaskan dua warga di Kebakkramat itu terjadi di jalur provinsi.Menurutnya karena terjadi di jalur provinsi, pihaknya tidak dalam kapasitas untuk menganalisa maupun mengeluarkan rekomendasi untuk memberikan sanksi terhadap pengemudi maupun PO Bus yang terlibat.

Meski demikian, ia mendukung adanya sanksi tegas kepada pengemudi bus yang ugal-ugalan dengan proses hukum.Kemudian bagi pengusaha atau agen bus, juga perlu diberikan peringatan atau sanksi agar lebih memperingatkan pengemudinya berhati-hati dalam mengemudikan armada.

“Kalau memang ugal-ugalan, kami sependapat memang harus ada tindakan hukum. Karena selama ini yang sering ugal-ugalan memang bus-bus AKAP dari Surabayanan seperti Sumber Kencono, Sumber Selamat, dan Eka-Mira,” tukasnya. Wardoyo