JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen TEROR PENEMBAKAN SRAGEN: Begini Kondisi 2 Pelaku Usai Menabrak Buk dan Terkapar..

TEROR PENEMBAKAN SRAGEN: Begini Kondisi 2 Pelaku Usai Menabrak Buk dan Terkapar..

8921
BAGIKAN
Tim PMI dan Polres saat mengevakuasi dua pelaku teror penembakan di Banjar Asri, Nglorog, Sragen sesaat setelah menabrak buk saat hendak kabur dari kejaran warga, Jumat (21/7/2017). Foto/istimewa

SRAGEN– Dua pelaku teror penembakan rumah salah satu rekanan proyek di Sragen, Priyo Budi Sambodo (36) di Banjar Asri, Nglorog, Sragen Jumat (20/7/2017) subuh masih dirawat intensif di IGD RSUD sragen. Keduanya yakni MM (41), anggota TNI AU dan SY alias KPK (40) asal Siwalan, Ngrampal, Sragen mengalami luka cukup parah.

Kedua pelaku terkapar setelah mengalami kecelakaan tunggal menabrak buk di Kampung Dukuhan, Nglorog, Sragen sesaat setelah melepaskan tembakan ke rumah korban. Akibat kecelakaan tersebut, MM dan SY mengalami luka hingga patah tulang.

Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan PMI yang mengevakuasi korban, menuturkan saat pertama kali dievakuasi, MM mengalani luka sobek pada bibir bawah kurang lebih 4 sentimeter, luka lecet di tangan, kaki bengkak, dan pipi lecet.

“Kalau SY mengalami jari kelingking kanan sobek melingkar, patah kaki kanan. Begitu dievakuasi, keduanya dibawa ke IGD RSUD Sragen, ” papar Endro kepada Joglosemar, Jumat (21/7/2017).

Kabar terakhir yang diterima Joglosemar, pukul 13.00 WIB, SY yang mengalami patah tulang, bahkan terpaksa dilakukan operasi. Sedangkan MM relatif tidak terlalu parah dan hanya mendapatkan pengobatan di bangsal.

Menurut keterangan warga keduanya mengalami kecelakaan sekira pukul 04.45 WIB saat berusaha kabur dari kejaran warga yang memergoki mereka melakukan aksi penembakan di rumah Priyo 04.30 WIB.

Keduanya terdeteksi mengendarai Honda Beat AD 4244 RA, dan karena panik kemudian menabrak buk di Kampung Dukuhan, Nglorog, Sragen. Motor diketahui remuk bagian depan dan langsung diamankan di Mapolres.

Barang bukti mobil Chevrolet AD 9213 MN yang ditembak dengan empat lubang peluru, milik korban juga sudah diamankan di Mapolres. Sayangnya, pihak Polres tidak ada yang bersedia dikonfirmasi. Wakapolres Kompol Danu Pamungkas Totok yang sempat memimpin olah TKP, enggan berkomentar.

“Jangan saya. Saya enggak komentar saja lah, ” ujarnya ketika dicegat di Polres. (Wardoyo)

  • Aqilla Fariza Hasan

    Semoga mujahidin yang di tangkap senantiasa mendapat rahmat dari ALlah agar tetrap istiqomah di jalannya. salam http://transparan.id