TEROR PENEMBAKAN SRAGEN: Fix, Motifnya KPK Sakit Hati Gara-gara Permintaan Fee Lelang...

TEROR PENEMBAKAN SRAGEN: Fix, Motifnya KPK Sakit Hati Gara-gara Permintaan Fee Lelang Proyek Tak Diakomodir

3502
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus teror penembakan terhadap rumah rekanan proyek di Mapolres Sragen, Sabtu (22/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Motif aksi teror penembakan ke rumah dan mobil milik Priyo Dwi Sambodo (36), aktivis LSM Topan RI dan rekanan proyek asal Kampung Banjar Asri, Nglorog, Sragen yang dilakukan dua pelaku Jumat (21/7/2017), akhirnya terkuak. SY alias KPK (40) ) warga Siwalan, Ngrampal yang menjadi otak penembakan itu, diketahui sakit hati karena jatah fee dari lelang proyek yang dimintanya tidak digubris oleh korban.

Motif itu terungkap dari hasil pemeriksaan maraton yang dilakukan Polres sejak hari kejadian. Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan untuk mengusut kasus itu, tim Reskrim dipimpin Wakapolres telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 12 saksi.

Dari keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP, akhirnya mengerucut pada kesimpulan bahwa aksi teror berondongan tembakan yang dilakukan KPK bersama oknum TNI AU berinisial MM (41), asal Colomadu, Karanganyar, dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati.

“Motifnya terkait dengan sakit hati. Karena apa yang diminta oleh tersangka ini tidak diakomodir oleh korban. Utamanya terkait dengan permintaan untuk jatah fee proyek atau lelang yang telah dilaksanakan. Korban ini diketahui tergabung dalam LSM Topan. Tapi kita juga dapatkan fakta korban ini juga memenangkan kegiatan lelang proyek di Sragen,” papar Kapolres saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolres, Sabtu (22/7).

Baca Juga :  Tragis, Pulang Dari Sawah, Petani di Sidoharjo, Sragen Langsung Syok Lihat Rumahnya Sudah Jadi Abu

Dari hasil pendalaman keterangan 12 saksi, Kapolres memastikan aksi penembakan dilakukan oleh tersangka SY alias KPK. Sedangkan peran oknum TNI AU, hanya diajak atau disewa untuk menemani. Namun soal berapa fee atau uang sewa yang diberikan KPK terhadap oknum TNI itu, menurutnya hal itu terlalu teknis untuk disampaikan karena juga masih dalam pengembangan.

Saat ini tim juga masih mendalami persoalan itu secara komprehensif bagaimana bisa terjadi minta meminta fee terkait kegiatan lelang proyek itu. Pendalaman diperlukan untuk menguak benang merah yang terjadi di balik lelang dan munculnya permintaan fee oleh tersangka.

“Jadi prinsipnya penanganan tidak hanya dari hilir tapi akan kita tarik ke hulunya juga. Bagaimana bisa terjadi minta meminta fee, ini yang akan kita luruskan. Sehingga pembangunan bisa berjalan lancar tanpa harus dilakukan pemerasan,” jelasnya.

Pengungkapkan motif itu juga klop dengan analisa sejumlah pihak yang menduga teror penembakan itu terkait erat dengan urusan proyek serta jatah fee. Motif itu juga diperkuat keterangan salah satu senior rekanan yang juga teman dekat korban, berinisial HD, bahwa dua hari sebelum kejadian, tersangka KPK pernah menghubungi serta mendatangi ke rumahnya yang intinya meminta jatah.

Baca Juga :  Operasi Besar-besaran di LP Sragen, Empat Napi Positif Narkoba, Dua Kamar dan WC Ditemukan HP

“Tidak hanya telepon tapi malah datang ke rumah sini. Bilangnya minta mengerti gitu,’ tukasnya.

Kapolres menguraikan dari hasil olah TKP, tim menemukan 10 butir selongsong peluru dan proyektil yang berserakan di teras rumah, mobil dan di tangga rumah korban. Jumlah itu klop dengan kesaksian beberapa warga yang mendengar 10 kali letusan pada saat kejadian.

Mengenai perkenaan tembakan, enam peluru diketahui mengenai mobil Chevrolet milik korban yang diparkir di garasi. Sedangkan sisanya mengenai teras rumah, tangga dan ditemukan di depan toko Sumber Logam. Seluruh barang bukti selongsong, peluru, proyektil dan senpi sudah diamankan untuk selanjutnya akan dilakukan uji balistik di Puslabfor Polda Jateng.

“Jadi pas. Ada tujuh selongsong yang ditemukan di TKP rumah korban. Yang tiga peluru ditembakkan di luar untuk peringatan dulu. Senpi yang digunakan jenis FN dan yang berperan melakukan penembakan adalah tersangka S alias K (KPK),” terang Kapolres. Wardoyo

BAGIKAN