Terungkap, Di Sidang Terakhir, Jery Akui 26 Paket Sabu Dibeli dari...

Terungkap, Di Sidang Terakhir, Jery Akui 26 Paket Sabu Dibeli dari Kanit Narkoba Polres Sragen

977
Foto almarhum Jery semasa pertama kali ditahan polisi. Foto/istimewa

SRAGEN– Tewasnya Jery Bian Sastro (35), tahanan kasus narkoba yang ditemukan tewas gantung diri di sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen saat Lebaran lalu, membuka tabir baru soal misteri kejanggalan kasus jaringan peredaran sabu yang digawangi mantan Kanit Narkoba Polres Sragen, Aiptu AGS (42). Jery yang ditemukan gantung diri, sebelumnya sempat mengungkap bahwa 26 paket sabu yang dibawanya pada hari penangkapan, sebenarnya barusaja dibeli dari rumah Aiptu AGS.

Keterangan itu disampaikan almarhum saat menjalani sidang terakhir di Pengadilan Negeri (PN) Sragen sebelum Lebaran lalu. Kesaksian Jery diungkapkan saat ia dihadirkan sebagai terdakwa dalam perkara pengedar sabu yang menjeratnya.

Dalam persidangan tersebut, Jery memberikan keterangan bahwa sebenarnya dirinya hanya berperan sebagai perantara. Sedangkan 26 paket sabu berikut timbangan dan alat hisap, diperoleh dari Aiptu AGS yang saat itu menjabat Kanit Idik Satres Narkoba Polres Sragen. Aiptu AGS kemudian juga dicokok oleh tim Polda Jateng pada hari yang sama awal Maret silam.

Baca Juga :  Penggerebekan di Tangen. Perangkat Desa dan 3 Warga Ditangkap Sedang Berjudi Gonggong

“Ya pada sidang terakhir sebelum Lebaran kemarin, almarhum (Jery) memang memberikan keterangan bahwa sabu yang disita itu belinya dari Kanit Aiptu AGS. Tapi itu kan baru keterangan dari satu saksi. Dan butuh keterangan penguat dan barang bukti lainnya untuk bisa ditindaklanjuti,” papar Kajari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widihartono, Selasa (4/7/2017).

Danan menambahkan dalam perkara tersebut, almarhum Jery sebenarnya
didakwa dengan pasal 114 UU 35/2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20
tahun hingga hukuman mati. Karena terdakwanya sudah meninggal, maka
penenganan perkara Jery selanjutnya akan ditutup.

Pihaknya tinggal menunggu surat ketetapan dari majelis persidangan
setelah menerima surat dari pihak LP terkait meninggalnya terdakwa. Nantinya majelis akan menetapkan barang bukti sabu dimusnahkan sedangkan barang bukti lain dirampas untuk negara atau putusan lainnya.

Baca Juga :  Usai Bakar Klinik Bersalin, Pelajar SMP di Sidoharjo Dilarikan ke RSUD Solo. Ini Penyebabnya..

Jery Bian Sastro (35), tahanan kasus narkoba jaringan Kanit Polres Sragen Aiptu AGS alias Kenthut (42) ditemukan tewas gantung diri Minggu (25/6/2017). Jery mengakhiri hidupnya tepat bersamaan dengan momen Lebaran di hari setelah upacara pemberian remisi.

Sekedar kilas balik, Jery (35),ditangkap tim Ditnarkoba Polda Jateng Minggu (5/3/2017) malam saat dalam perjalanan di gang perumahannya usai pesta narkoba dengan sang Kanit Aiptu AGS.

Saat diamankan, ia membawa 26 paket sabu, sebuah timbangan elektrik, dua buah bong alat hisap dan tiga buah HP yang diduga barusaja diambil dari Aiptu AGS.

Sang Kanit sendiri kemudian juga dicokok dan saat ini dikabarkan masih mendekam di LP Kedungpane, Semarang. Namun penanganan kasusnya seakan begitu disembunyikan dan terkesan penuh misteri yang sulit diungkap secara terbuka.

Pihak Polres Sragen juga tak pernah bersedia dikonfirmasi perihal perkembangan proses perkara Aiptu AGS. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN