JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tiga Kanit di Sragen Terseret Kasus Sabu, Sanksi Pecat Tunggu Proses

Tiga Kanit di Sragen Terseret Kasus Sabu, Sanksi Pecat Tunggu Proses

412
BAGIKAN
POSITIF NARKOBA—Hasil tes urine dua Kanit dan sipir LP Sragen yang menunjukkan hasil positif narkoba, ketika diperiksa sesaat setelah mereka digerebek berpesta sabu di gedung bekas kantor PBB BPPKAD Sragen, awal Mei silam. Foto : Wardoyo

SRAGEN Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman enggan berspekulasi perihal kemungkinan pemberian sanksi pecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap tiga Kanit di Polres Sragen yang ditangkap karena kasus sabu beberapa waktu lalu.

Ia memilih menunggu proses peradilan dari kasus yang menjerat ketiga personel itu sebelum menjalankan proses disiplin bagi ketiganya.

Penegasan itu disampaikan Kapolres saat dijumpai wartawan di Mapolres kemarin. Ia mengatakan saat ini ketiga personel masing-masing Kanit Intelkam Polsek Tangen Aiptu JOK alias Tindik (44), Kanit Reskrim Polsek Sambirejo Aiptu SUJ (53) dan Kanit Idik Satres Narkoba Aiptu AGS (42), masih dalam proses peradilan.

“Kan lagi diproses pidananya. Tapi yang jelas akan dilakukan penegakan hukum. Artinya proses peradilan nanti bagaimana, bisa diikuti. Soal sanksi nanti kita sesuai SOP,” paparnya.

Perihal ancaman sanksi pecat seperti yang didengungkan Kapolri terhadap personel yang terlibat narkoba, Kapolres masih enggan berspekulasi. Ia hanya menyampaikan bahwa sanksi itu nanti semuanya tergantung dari temuannya apa.

Apabila terkait dengan penggunaan, larinya nanti ke sanksi disiplin dan kode etik. Apabila kasusnya menyangkut pidana murni, maka akan dilakukan jalur peradilan pidana terlebih dahulu.

“Saya akan jawab secara normatif. Apapun hasilnya atau endingnya nanti akan kita sampaikan. Soal sanksi pemberhentian itu pun ada dengan hormat dan tidak dengan hormat. Kalau selama proses dia mengajukan pengunduran diri, bagaimana,” tukasnya.

Perihal pernyataan Kapolres sebelumnya, AKBP Cahyo Widiarso yang akan menembak setiap personel yang terbukti terlibat Narkoba apakah juga akan diterapkan, AKBP Arif menyebut bahwa seni memimpin itu berbeda-beda. Dirinya memilih mengikuti role yang ada namun penegakan hukum akan tetap dikedepankan.

“Komitmen kita jelas, bagaimana merumuskan langkah dan strategi untuk pembersihan internal terkait penyalahgunaan narkoba sudah saya lakukan. Terhitung dua hari awal saya di sini, kita sudah ke depankan fungsi Propam dan Paminal yang ada. Pokoknya hal-hal yang seperti itu (penyalahgunaan Narkoba) akan kita tindak,” terangnya.

Wardoyo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here