JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Usai Bakar Klinik Bersalin, Pelajar SMP di Sidoharjo Dilarikan ke RSUD...

Usai Bakar Klinik Bersalin, Pelajar SMP di Sidoharjo Dilarikan ke RSUD Solo. Ini Penyebabnya..

2960
BAGIKAN
Tim Polsek Sidoharjo saat mengamankan pelajar yang membakar klinik orangtuanya untuk diamankan ke Mapolsek. Foto/istimewa

SRAGEN– Pelajar lulusan SMP, DSMR (16) yang nekat membakar Klinik Bersalin milik orangtuanya di Dukuh Sambirejo RT 24, Duyungan, Sidoharjo, Senin (17/7/2017) dilarikan ke RSUD Dr Moewardi Solo. Pelaku pembakaran yang sempat diamankan di Polsek Sidoharjo itu menjalani perawatan intensif untuk mengetahui ada tidaknya gangguan psikologis maupun syaraf yang membuatnya kalap hingga bertindak nekat.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sidoharjo, AKP Agus Taruna, Kamis (20/7). Kepada Joglosemar, AKP Agus mengungkapkan saat ini penanganan kasus tersebut memang masih menunggu perkembangan kesehatan pelaku yang diopname di RSUD Solo sejak hari kejadian.

“Dari orangtuanya memang mengajukan permohonan untuk mengobatkan anaknya itu ke RSUD Moewardi Solo dan meminta polisi mengawalnya. Ini petugas kami juga mengawal di tempat opname sudah dua hari,” paparnya kemarin.

Perihal kondisi kejiwaan dan psikologis pelaku apakah mengalami gangguan, Kapolsek menuturkan sejauh ini pihaknya masih belum bisa mengetahuinya.Kepastian apakah motif pembakaran dipicu oleh gangguan psikologis pelaku, hal itu baru bisa diketahui setelah ada keterangan resmi hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit yang merawatnya.

Disinggung mengenai status pelajar itu apakah nanti bisa ditetapkan sebagai tersangka, menurutnya masih menunggu pihak keluarga. Akan tetapi, karena korbannya adalah orangtuanya, keluarga kemungkinan besar tidak akan meneruskan kasus itu.

“Namanya orangtua pasti juga nggak akan tega melaporkan anaknya,” tuturnya.

Akan tetapi kepastian itu baru akan terjawab setelah ada pernyataan dari keluarga dan hasil pemeriksaan dokter yang menangani pelaku. Seperti diketahui, Dhimas yang diketahui dalam pengaruh miras, nekat membakar klinik bersalin yang biasa digunakan untuk praktik ibunya sekitar pukul 15.30 WIB. Aksi itu diduga dipicu rasa kesalnya karena permintaan uang untuk membayar sewa mobil rental kepada orangtuanya tidak dipenuhi.

Meski tidak ada korban jiwa, akibat kejadian itu, ruang klinik bersalin milik korban dipastikan sudah tidak bisa dipakai berikut alat medis yang sudah ludes dilalap api. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 25 juta. Wardoyo