Wah, Penampilan Bening Guru-Guru Pembimbing MOS di SMK Sragen Ini Bikin...

Wah, Penampilan Bening Guru-Guru Pembimbing MOS di SMK Sragen Ini Bikin Sebagian Siswa Gagal Fokus

1915
Salah satu guru pembimbing di SMK Citra Medika Sragen, Retno Purwaningrum saat memberikan pembekalan tentang tanaman obat ke siswa baru pada MOS Sabtu (15/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Masa Orientasi Sekolah (MOS) di SMK Citra Medika Sragen yang dimulai Sabtu (15/7/2017) menyajikan banyak hal berbeda.  Selain MOS yang digelar lebih awal dan beragam kegiatan unik nan mendidik, kehadiran guru-guru pembimbing yang berpenampilan rupawan juga menjadi daya tarik tersendiri.

Ya,  terlepas dari hiruk pikuk calon siswa baru yang mendapat pembekalan orientasi pengenalan lingkungan sekolah, kehadiran beberapa guru pembimbing nan cantik memang membuat suasana MOS menjadi lebih berwarna.

Salah satu guru pembimbing yang menjadi pusat perhatian pada MOS pagi itu adalah Retno Purwaningrum. Tampil dengan hijab merah jambu,  guru pembimbing yang mengampu ekstra kurikuler tanaman obat dan herbal itu terlihat makin anggun.

Parasnya yang di atas rata-rata seolah menjadi nilai tambah yang melengkapi kelihaiannya membawakan pembekalan tentang beberapa jenis tanaman obat kepada para siswa baru.

“Ini namanya daun keji beling.  Bisa dijadikan obat, banyak khasiatnya untuk kesehatan. Kadang juga dibuat ekstrak herbal, ” tuturnya memberikan penjelasan kepada siswa baru soal khasiat daun keji beling yang ditanam di samping sekolah. 

Tak heran meski padat kegiatan dari pagi hingga pukul 16.00 WIB, para siswa baru tampak bersemangat mengikuti semua agenda MOS. Bahkan siswa laki-laki yang meski jumlahnya sedikit dan biasanya identik sering rame, juga tampak serius mengikuti setiap bimbingan dengan tertib.

Meski kegiatan pengenalan tanaman obat harus dilakukan di halaman yang tersorot terik mentari,  hal itu juga tak menyurutkan animo siswa untuk mengikuti kegiatan hingga tuntas.

Tidak hanya Retno,  beberapa guru pembimbing lain juga terlihat punya  kelebihan dari sisi penampilan. Kasek SMK Citra Medika Sragen,  Nano Priyanto mengakui jika mayoritas tenaga pendidik di sekolahnya memang masih muda dan kompeten di bidangnya.

Ia pun tak menampik ketika beberapa di antaranya dinilai punya kelebihan dari sisi penampilan.

“Sengaja kami pilih tenaga pendidik yang muda selain berkompeten di bidangnya, mereka juga dituntut bisa membawakan pembelajaran secara menarik di hadapan para siswa.  Sehingga kehadiran guru itu tidak jadi momok tapi justru dirindukan oleh siswanya. Asalkan dalam koridor yang wajar,” tegasnya.

Nano menguraikan selain pengenalan program unggulan,  MOS di sekolahnya juga diisi dengan berbagai pembekalan karakter siswa.

Para siswa dikenalkan dengan program pembekalan karakter mulai dari yoga mentari pagi setiap 15 menit sebelum jam masuk, yel-yel bersama, doa bersama setiap ganti jam pelajaran, sedekah setiap bulan, hingga salat duha dan duhur bersama.

“Lalu semua siswa wajib berjabat tangan dengan bapak ibu guru. Kemudian setiap pekan ada satu hari wajib pakai Bahasa Jawa Kromo Inggil, selain Bahasa Inggris dan Indonesia. Supaya apa, supaya kalian tahu unggah-ungguh. Bagaimana menghormati yang lebih tua,” jelasnya.

Mengingat pentingnya unggah-ungguh dan sikap baik, Nano mengingatkan siswa yang kedapatan berlekaluan tidak baik, nantinya akan disiapkan kelas khusus sebagai bentuk pembinaan.

Salah satu calon siswa, Alya Husna Ganih Pertiwi mengaku senang dengan program MOS yang dijalaninya di SMK Citra Medika. Selain pengenalan lingkungan sekolah, program penanaman sikap lewat jabat tangan, salat duha bersama, dan bahasa Kromo Inggil itu sangat bagus serta belum pernah ia terima di jenjang sekolah sebelumnya.

“Bagus sekali untuk menanamkan karakter. Pokoknya menyenangkan lah,” tukasnya. Wardoyo

BAGIKAN