Wow, Bos Sragen United Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

    Wow, Bos Sragen United Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

    734
    Dok
    DUGAAN PENIPUAN–Pemilik Laga FC, Haruna Soemitro (kanan) saat menyerahkan secara simbolis data pembelian lisensi klub kepada Indika Wijaya Kusuma di Hotel Aston Solo, 27 Februari lalu.

    SOLO—Pemilik Laga FC, Haruna Soemitro resmi melaporkan Komisaris Sragen United, Indika Wijaya Kusuma ke Polda Metro Jaya. Pelaporan itu berkaitan dengan kasus penipuan yang dilakukan Indika atas pengalihan lisensi klub dari Laga FC ke Sragen United.

    “Secara resmi bulan lalu Indika saya laporkan ke Polda Metro Jaya atas tindak penipuan yang dilakukannya. Dalam waktu dekat pihak kepolisian akan segera melakukan penindakan,” terang Haruna Soemitro saat dihubungi Joglosemar, Selasa (4/7/2017) malam.

    Ia menjelaskan, dalam proses pembelian lisensi klub pada Februari lalu, pihak Indika melalui badan hukum PT Indika Sragen Utama membeli lisensi klub kepada PT Laga Nusantara Mandiri dengan mengubah nama klub Laga FC menjadi Sragen United.

    Indika menyerahkan cek  seusai kesepakatan nominal pembelian lisensi, dilanjutkan proses penandatanganan di Hotel Aston Solo, 27 Februari lalu. Proses pembelian lisensi klub untuk berlaga di Liga 2 ini juga diketahui Sekjen Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho dan beberapa stafnya.

    Awalnya, Haruna sama sekali tak menyimpan kecurigaan dalam proses pembelian lisensi klub ini. Apalagi ada beberapa perwakilan dari BOPI yang turut mengawal proses pembelian. Namun setelah beberapa pekan berlalu, cek yang diberikan ternyata tak bisa dicairkan. Bahkan pihak Indika juga mulai memutus kontak dengan pihak Laga FC.

    Baca Juga :  Proyek Pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri, Ganti Rugi Dicairkan Dua Tahap

    “Saya hubungi ke beberapa nomornya sudah tidak aktif. Dilakukan pendekatan persuasif, salah satunya dengan menemui langsung juga tidak memberikan respons. Itu yang membuat saya kemudian melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Karena memang Indika secara sadar melakukan tindak penipuan,” jelasnya.

    Haruna mengaku heran dengan tingkah pria yang sejak awal dikenal sebagai pengusaha cottage dari Pantai Indrayanti tersebut. Terlebih Indika coba memboyong Sragen United ke Pacitan dengan mengubah nama menjadi SU Pacitan.

    “Dari awal sudah saya ingatkan, mengelola klub sepakbola itu tidak mudah. Butuh biaya besar. Tapi tetap saja nekat. Akhirnya yang terjadi seperti sekarang. Pemain tidak dibayar selama dua bulan. Ini malah nekat mau mengelola lagi,” lanjutnya.

    Demi menyelamatkan klub Sragen United dan kompetisi Liga 2, Haruna pun mengirimkan surat ke Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pada 25 Juni lalu yang isinya meminta pembatalan pengalihan lisensi dari Laga FC ke Sragen United.

    Ia sebagai pemilik lama klub juga kembali mengambil alih kepemilikan klub dan meminta PSSI menunjuk Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng sebagai penanggung jawab hingga kasus ini terselesaikan.

    “Langkah ini saya lakukan agar klub tidak semakin terpuruk dan Liga 2 tidak ternoda dengan adanya klub yang tidak bisa melanjutkan kompetisi sampai selesai. Selanjutnya manajemen diambil alih oleh Asprov PSSI Jateng. Saya akan ikut mendanai sampai kompetisi selesai,” ucapnya.

    Baca Juga :  Polisi Bongkar Pencurian Motor di Manyaran

    Saat ini, Asprov PSSI Jateng sudah resmi menjadi pengelola Sragen United atas persetujuan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) melalui surat nomor 161/LIB/VII/2017 yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Berlinton Siahaan. Selasa sore kemarin, tim memulai latihan di Stadion Citarum Semarang.

    “Saat ini kami sudah membentuk manajemen baru untuk mengurus Sragen United selama sisa Liga 2,” terang Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng.

    Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Joglosemar belum berhasil memperoleh konfirmasi dari Indika. Beberapa nomor handphonenya, termasuk menghubungi nomor barunya pun tidak mendapatkan jawaban. Salah seorang pengurus lama Sragen United yang enggan disebutkan namanya mengaku juga sudah kesulitan berkomunikasi dengan Indika.

    “Terakhir kali berkomunikasi pekan lalu saat mau memulai latihan lagi. Tapi kemudian saya tidak berhubungan lagi karena sikapnya yang tidak bisa saya terima. Kemudian malah dapat kabar latihannya di Semarang,” tukas seorang pengurus lama Sragen United yang enggan disebutkan namanya.

    Nofik Lukman Hakim

    Advertisements
    BAGIKAN