JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendidikan Wow, UNS Masuk Sepuluh Perguruan Tinggi Terproduktif

Wow, UNS Masuk Sepuluh Perguruan Tinggi Terproduktif

330
BAGIKAN
Universitas Sebelas Maret Surakarta

SOLO – Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kembali menunjukkan prestasinya di kancah nasional.

Kini Universitas yang dipimpin oleh Prof Ravik Karsidi tersebut berhasil menduduki peringkat ke-10 dari 50 perguruan tinggi dan lembaga penelitian paling produktif dalam riset atau publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus 2017.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof Sulistyo Saputro mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan perolehan prestasi tersebut.

“Kita peringkat ke-10, untuk peringkat pertama diduduki Institut Teknologi Bandung (ITB), peringkat kedua Universitas Indonesia (UI) serta ketiga adalah Universitas Gadjah Mada (UGM),” terang Sulistyo, Senin (24/7/2017).

Lanjut Sulistyo, berdasarkan pemantauan, per 11 Juli 2013 jumlah publikasi UNS tercatat sebanyak 129 artikel, per 22 Januari 2014 sebanyak 159 artikel, per 5 Agustus 2014 sebanyak 253, per 28 Januari 2015 sebanyak 301 artikel, per 7 Agustus 2015 sebanyak 385 artikel, per 4 Januari 2016 sebanyak 455 artikel, per 1 Agustus 2016 sebanyak 601 artikel, per 21 Februari 2017 sebanyak 904 artikel, dan 18 Juli 2017 sebanyak 1.264 artikel.

“Untuk publikasi ilmiah jurnal terindeks Scopus UNS memang terus meningkat sejak 2013. Dan kami sangat bersyukur dengan capaian tersebut,” imbuhnya.

Dari publikasi ilmiah pada jurnal internasional terindeks tersebut sebagian besar masih merupakan riset yang dilakukan oleh dosen-dosen UNS.

“Untuk kualifikasinya bervariasi, baik S2, doktor, ada juga beberapa yang guru besar, meskipun bukan sebagai peneliti utama,” kata Sulistyo.

Lanjut Sulistyo, produktivitas publikasi ilmiah UNS terus mengalami peningkatan lantaran  komitmen pimpinan universitas dengan mengalokasikan dana, salah satunya 15 persen anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak  (PNBP) tahun ini untuk mendukung riset, yaitu senilai Rp 57 miliar dari total dana yang ada senilai Rp 385 miliar.

Lalu dari LPPM UNS juga mendorong peningkatan publikasi ilmiah tersebut dengan mengadakan berbagai program, di antaranya yang sudah dirancang dengan pendanaan melalui DIPA, klinik publikasi jurnal internasional, dan program lainnya.

“Selain kami juga memberikan pendampingan, ada penghargaan tersendiri bagi dosen yang sudah mempublikasikan jurnal ilmiahnya,” ujarnya.

Dwi Hastuti