JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen 111 Korban Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Jalanan Sragen. Awas, Paling...

111 Korban Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Jalanan Sragen. Awas, Paling Banyak Ternyata di Jalur Buto Ijo Ini..

12508
BAGIKAN
Ilustrasi kecelakaan maut di Solo-Sragen

SRAGEN– Jalan raya masih membuktikan predikatnya sebagai salah satu pembunuh tertinggi di wilayah Sragen. Data yang dilansir Polres Sragen mencatat setiap tiga hari sekali, setidaknya ada satu korban meninggal di jalanan wilayah Bumi Sukowati.

Jalur Solo-Sragen utamanya sepanjang ruas Pungkruk-Masaran menjadi jalur paling maut karena paling banyak menelan korban jiwa. Hal itu terungkap dalam launching Pencanangan Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan di Lapangan Masaran yang dipimpin Kapolres AKBP Arif Budiman, Minggu (30/7/2017).

Kapolres mengungkapkan selama 2016, jumlah korban tewas akibat kecelakaan di wilayah Sragen mencapai 111 jiwa dengan 18 diantaranya meninggal di lokasi kejadian.

“Rata- rata satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dalam setiap tiga hari di Kabupaten Sragen, pada ruas Jalan Solo – Sragen, antara Pungkruk hingga Masaran,“ kata Kapolres.

Data itu kian meneguhkan mitos keangkeran jalur Solo-Sragen yang selama dikenal sebagai jalur buto ijo. Banyaknya kecelakaan di sepanjang ruas itu dan merenggut banyak korban nyawa membuat masyarakat akhirnya menaruh predikat jalur Sragen-Solo sebagai jalur paling maut layaknya buto ijo.

“Yang paling gawat memang dari Pungkruk sampai Grompol. Entah ada apanya, setiap ada kecelakaan di jalur itu rata-rata korbannya mati. Makanya kalau orang tua (pinter) sering nasehati ati-ati kalau lewat sepanjang jalur itu,” ujar salah satu warga Masaran, Darjo.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman didampingi Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat pencanangan Tahun Keselamatan dan Kemanusiaan di Masaran, Minggu (30/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

Kapolres menguraikan imbas dari kecelakaan akan berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup karena tak sedikit korban akhirnya menderita cacat seumur hidup. Akibat selanjutnya menimbulkan penurunan tingkat produktifitas kerja yang akan mengakibatkan angka pengangguran dan menyebabkan kemiskinan.

Karenanya ia mengajak semua pihak untuk
bersinergi dan saling membantu untuk menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di wilayah Sragen.

“Berdasarkan Inpres No 4 tahun 2013 tentang Dekade Aksi Keselamatan Jalan, masalah lalu lintas tidak bisa dibebankan oleh satu instansi saja, namun menjadi tanggungjawab bersama,” tukasnya.

Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti melalui KBO Lantas, Iptu Mashadi menguraikan dari analisa dan evaluasi, penyebab tertinggi mayoritas kecelakaan masih didominasi oleh faktor kecerobohan pengendara alias human eror.

Meski demikian ia tidak menampik kondisi jalanan yang sebagian belum optimal, serta belum ada pembatas jalan, dinilai rawan memicu kecelakaan. Karenanya, ia berharap selain dukungan pemerintah untuk memperbaiki jalan, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas
diharapkan juga terus dikedepankan.

“Harapannya dengan pencanangan ini kesadaran untuk tertib bisa meningkat sehingga angka kecelakaan dan korban jiwa bisa ditekan,” tandasnya.

Acara Launching itu juga dihadiri Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Forkopimda, Kepala OPD, pelajar dari SD hingga SMA di Sragen, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Club Otomotif Sragen.
Wardoyo