JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market 196 ATM di Surakarta Terganggu, BI Turun Tangan

196 ATM di Surakarta Terganggu, BI Turun Tangan

60
BAGIKAN
ilustrasi

SOLO – Anomali yang terjadi pada satelit Telkom 1 berimbas pada operasional sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan. Gangguan terjadi Jumat 25 Agustus 2017 pukul 16.51 WIB, dan ATM yang mengalami gangguan offline akibat gangguan (anomali) pada satelit Telkom-1 hanya berjumlah 196 atau 14,24 persen dari total 1.376 ATM yang berada di wilayah eks –Karesidenan Surakarta. Maka dari itu, Perbankan bersama Telkom sedang melakukan upaya pemulihan dengan mengalihkan koneksi dari satelit yang terganggu ke satelit Telkom 3S ataupun satelit lainnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Surakarta Bandoe Widiarto mengatakan jumlah ATM yang mengalami gangguan offline akibat gangguan (anomali) pada satelit Telkom-1 hanya berjumlah 196 atau 14,24 persen dari total 1.376 ATM yang berada di wilayah Surakarta. “BI siap mendukung perbankan dalam melayani transfer dana masyarakat. Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat di wilayah Surakarta,” katanya dalam release yang disampaikan kepada wartawan, Senin (28/8).

Sebagai otoritas Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, memastikan bahwa sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) berjalan dengan normal.

Bandoe mengatakan BI Solo mendukung ketersediaan uang tunai di Perbankan baik dari segi jumlah maupun jenis pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selama proses perbaikan hingga layanan kembali berfungsi normal, masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena Bank Indonesia senantiasa menjaga dan mendukung ketersediaan uang tunai dan transaksi sistem pembayaran.

“Masyarakat dapat menarik uang tunai, transfer, melakukan pembayaran dan transaksi lain sesuai dengan kebutuhannya pada ATM-ATM online atau melalui kantor-kantor bank yang terdekat,” ujarnya.

Ditambahkan, Bank Indonesia terus memantau perkembangan pemulihan gangguan, dan terus berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga-lembaga terkait. #Garudea Prabawati