JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar 2 Kepala Daerah Perempuan Ditangkap KPK. Begini Tanggapan Wagub Jateng

2 Kepala Daerah Perempuan Ditangkap KPK. Begini Tanggapan Wagub Jateng

95
BAGIKAN
Foto-foto : Antara | Aloysius Jarot Nugroho
PENGGELEDAHAN LANJUTAN–Angota KPK memasuki perkantoran Bupati Klaten untuk melakukan penggeledahan lanjutan di Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (2/1).

KARANGANYAR– Tertangkapnya Walikota Tegal, Siti Masitha oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada hari Selasa (29/08/2017), memantik reaksi keras dari Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Heru Sudjatmoko. Ia meminta hal itu menjadi pembelajaran berharga bagi kepala daerah lainnya untuk lebih berhati-hati agar hal serupa tidak menimpa kembali.

Penegasan itu disampaikan Wagub saat menghadiri HUT ke-55 PWRI tingkat Jawa Tengah di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (30/8). Menurut Heru, kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi lantaran sebelumnya sudah ada Kepala Daerah Klaten, yang juga tertangkap KPK.

“Ini sudah terjadi dan jangan sampai terjadi kembali di Jawa Tengah. Sekarang era keterbukaan informasi, jadi harus hati-hati. Ini merupakan pelajaran berharga bagi rekan-rekan lain di pemerintahan,” ujarnya.

Perihal apakah kasus OTT kedua terhadap Bunda Sitha itu terjadi akibat lemahnya pengawasan, Heru enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Ia tidak akan menyalahkan siapapun.

Menurutnya sebenarnya sistem sudah dibangun dan diperbarui. Akan tetapi, Pemprov memang tidak bisa mengendalikan semua karena sebagus apapun sistemnya, semua akan kembali pada masing-masing individu.

“Prinsip, kami hormati pekerjaan penegak hukum. Harapan kami, yang sudah terlanjur ya apa boleh buat. Yang belum ini enggak boleh terjadi. Meskipun kami tidak bisa mengendalikan. Kembali ke masing-masing orang,” jelasnya.

Perihal aksi sejumlah pegawai di Kota Tegal yang melakukan sujud syukur terkait penangkapan Sitha, Heru juga menolak berkomentar. Ia hanya menjawab ada tanggungjawab bertingkat.

” Pak Gubernur sebagai top manajer. Saya membantu beliau [Gubernur]. Harapan kami semua belajar. Sistem sudah diperbaiki. Harapan kami semua kepala daerah jadi contoh. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun,” tutur dia.

Sementara terkait dengan bantuan hukum terhadap walikota Tegal, orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut mengatakaan, diserahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan. Wardoyo