JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen 20 Pelajar Dirazia, Ternyata 2 di Antaranya Pesta Miras dan Ngoplo

20 Pelajar Dirazia, Ternyata 2 di Antaranya Pesta Miras dan Ngoplo

734
Joglosemar | Wardoyo
BERI PEMBINAAN—Tim Satpol PP Sragen memberikan pembinaan dengan meminta pelajar yang bolos dan pesta ciu untuk menyanyikan lagu nasional dan menghafal Pancasila di aula Satpol PP Sragen, Selasa (18/7/2017).

 SRAGEN—Kelakuan sejumlah pelajar di Sragen semakin memprihatinkan saja. Tidak hanya nekat keluyuran membolos saat jam pelajaran, sebagian juga dipergoki nekat mengonsumsi miras dan pil koplo dengan masih berpakaian seragam sekolah.

Ironisnya, saat digerebek oleh tim dari Satpol PP sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (1/8), pelajar yang kedapatan pesta miras dan pil koplo itu malah nekat hendak melawan dengan berupaya menabrak petugas. Meski mencoba melawan, dua pelajar dari SMK swasta itu akhirnya berhasil dilumpuhkan.

“Tadi ada dua pelajar laki-laki yang mulutnya bau ciu dan mendem (mabuk) di dekat GOR Diponegoro. Mereka juga ngoplo. Waktu kami datangi, mereka malah nggleyer motor dan melawan mau menabrak anggota kami. Untung saja bisa menghindar, kalau enggak pasti anggota kami kena tabrak. Sudah kita amankan di ruangan atas,” ujar Kabid Ketenteraman Ketertiban dan Linmas Dinas Satpol PP Sragen, Sugeng Priyono di sela-sela memberikan pembinaan kepada 20 pelajar yang tertangkap.

Selain dua pelajar yang pesta ciu dan pil koplo, tim juga mengamankan 18 pelajar lainnya yang kedapatan keluyuran di jam efektif, serta tiga gelandangan dan pengemis. Mereka tertangkap saat nongkrong dan bermain di sejumlah titik seperti di Pasar Bunder, belakang SMPN 2 Sidoharjo, GOR, dan di arena bermain atau PS di depan Apotek Budi Sehat.

Setelah didata dan membuat surat pernyataan, semua pelajar bengal itu kemudian diberi sanksi menyanyikan lagu nasional hingga melafalkan teks Pancasila. Namanya saja sudah bengal, sebagian besar dari mereka ternyata juga tak hafal Pancasila. “Ini biar ada efek jera bagi mereka, biar tidak membolos lagi. Sekaligus mencoba menanamkan nilai kebangsaan ke mereka,” tegasnya.

1
2
BAGIKAN