40.000 Hektare Hutan Rakyat di Wonogiri Rawan Terbakar

40.000 Hektare Hutan Rakyat di Wonogiri Rawan Terbakar

41
Joglosemar I Aris Arianto
RAWAN TERBAKAR- Sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan di Balai Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Sabtu (5/8).

WONOGIRI– Warga yang tinggal di dekat hutan diminta waspada terhadap ancaman bahaya kebakaran. Warga serta petugas kehutanan diminta tidak membakar sampah.

Pasalnya, kebakaran yang terjadi selama ini lebih cenderung disebabkan oleh faktor kelalaian manusia. Sementara sekitar 40.000 hektare lahan hutan rakyat di Wonogiri rawan terbakar.

Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Surakarta, Eka Yuliani, mengatakan saat ini tengah masuk musim kemarau. Bencana yang kerap berlangsung ketika kemarau adalah kebakaran. Tidak hanya pemukiman, kebakaran juga sering melanda wilayah hutan.

“Masyarakat dan petugas kehutanan hendaknya ikut peduli terhadap pencegahan kebakaran hutan dengan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di sekitar hutan ataupun hal lain yang dapat menimbulkan kebakaran hutan,” kata dia saat sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan, di Balai Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Sabtu (5/8).

Baca Juga :  22 Napi Kasus Narkotika di Rutan Wonogiri Dapat Remisi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengungkapkan, pada musim kemarau seperti saat sekarang ini hendaknya masyarakat di sekitar hutan tidak membakar sampah. Karena berbahaya dapat menimbulkan kebakaran hutan. Api maupun percikannya bisa dengan cepat merembet ke hutan dibantu hembusan angin yang belakangan cukup kencang.

Namun apabila memang telah terjadi kebakaran hutan, hendaknya petugas kehutanan segera ke lokasi dan melaksanakan pencegahan dan pemadaman. Supaya api tidak meluas ke seluruh hutan dan sekitarnya.

“Namun jangan lupa perhatikan faktor keamanan personil, karena itu yang terpenting untuk diri masing-masing,” ungkap Bambang.

Sementara, informasi yang diperoleh dari Pemkab Wonogiri, jumlah hutan negara di Wonogiri seluas 20.023 haktare dan hutan milik rakyat seluas 39.853 hektare. Sedangkan hutan kritis seluas 6.188 hektare. Potensi kebakaran hutan negara lebih kecil lantaran sudah ada petugas dari Perhutani yang menanganinya.

Baca Juga :  Bersenggolan Dengan Truk Dump, Mahasiswa Tewas di Jalur Ngadirojo-Purwantoro

Tapi, potensi kebakaran hutan mencakup keseluruhan lahan hutan rakyat yang ada. Lantaran warga kerap abai memperhatikan keselamatan hutan dan sekitarnya.

Penelusuran media ini, di antara puluhan ribu hektar lahan hutan rakyat beberapa di antaranya sering kali menjadi langganan kebakaran. Seperti di deretan perbukitan seribu sisi Wonogiri timur, serta di sekitar Gunung Gandul Kecamatan Wonogiri, maupun sekitar Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi.

Kebakaran itu disebabkan faktor kelalaian manusia yang membersihkan lahan dengan cara membakar. Kemudian api tidak dipadamkan sempurna saat ditinggal pulang kerumah oleh pemiliknya, hingga terjadi kebakaran hutan. # Aris Arianto

BAGIKAN