JOGLOSEMAR.CO Sport 60 Klub Ikuti Paswind Cup II, Elite Langsung Tunjukkan Kelas

60 Klub Ikuti Paswind Cup II, Elite Langsung Tunjukkan Kelas

45
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
Sejumlah atlet melakukan start saat bertanding dalamkejuaraan di Kolam Renang Tirtomoyo Manahan, Surakarta, beberapa waktu lalu.

SOLO – Juara bertahan asal Solo, Elite langsung menunjukkan kelasnya pada awal penyelenggaraan Paswind Cup II di Kolam Renang Tirtomoyo Manahan, Jumat (11/8/2017) kemarin. Dari 18 nomor perlombaan, enam medali sudah didapat para perenang Elite.

Medali itu terbagi menjadi tiga emas, satu perak dan dua perunggu. Tiga emas didapat Dwi Arjuno Putro pada nomor 400 meter gaya bebas putra grup 2 dan 50 meter gaya dada putra grup 2. Serta Vina Wijaya pada 50 meter gaya dada putri grup 2.

Menguntit dibelakang Elite terdapat wakil Sragen, Perisai yang meraih dua emas dan satu perak. Dua emas dipersembahkan Ricky Yudha Utama pada nomor 400 meter gaya bebas putra grup 3 dan Januar Surya pada nomor 50 meter gaya dada putra grup 1.

Sementara tuan rumah Paswind meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu. Emas tunggal yang didapat Paswind disumbangkan Hanna Christina pada nomor 400 meter gaya bebas putri.

Persaingan pada 18 nomor awal ini belum mengarah pada tim mana yang akan jadi juara umum. Tim-tim luar kota seperti Piber Brebes TCS Semarang, JAQ Sleman, Sepctrum Semarang, Shark Kulonprogo, GP Four, Yuso Sleman dan Lawet turut meramaikan perolehan medali.

Ketua Panitia Paswind Cup II, Nur Effendy mengatakan peta klasemen sementara dipastikan akan berubah seiring banyaknya nomor yang belum dipertandingkan.

“Yang baru terlihat justru wakil-wakil DIY. Mereka tampil cukup mengejutkan pada hari pertama. Capaian ini membuat perolehan medali terbagi rata. Masih berkutat antara satu sampai tiga emas saja,” terang Nur Effendy saat ditemui, Jumat (11/8) sore.

Pada penyelenggaran tahun kedua ini, tercatat ada 776 peserta yang ikut serta. Mereka berasal dari 49 tim Jawa Tengah dan sebelas tim DIY.

Selain tim-tim eks karesidenan Surakarta, beberapa tim luar daerah berpotensi meraih juara umum. Nur Effendy mengakui kejuatan dari tim-tim DIY berpotensi mengubah peta persaingan medali di beberapa nomor.

Nofik Lukman Hakim