JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Ada Proyek Sudetan Drainase Jalan Supomo, Ini Permintaan Khusus PT KAI

Ada Proyek Sudetan Drainase Jalan Supomo, Ini Permintaan Khusus PT KAI

39
BAGIKAN
Joglosemar/Dok
Railbus Batara Kresna saat melintasi Jalan Slamet Riyadi, Solo, beberapa waktu lalu.

SOLO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta meminta proyek sudetan drainase Jalan Supomo menuju city walk Jalan Slamet Riyadi tidak mengganggu operasional kereta api.

Pasalnya jalur kereta api Jalan Slamet Riyadi tersebut dipakai untuk kereta Batara Kresna jurusan Solo-Wonogiri.

“Bagaimana caranya proyek itu tidak mengganggu perjalanan kereta api. Tidak mungkin kereta api itu diberhentikan,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, Senin (14/8/2017).

Eko mengakui frekuensi kereta api jalur itu tidak begitu tinggi hanya empat kali perjalanan pulang pergi. Sejauh ini ia mengaku belum tahu teknis proyek. Ia berharap ada komunikasi yang dilakukan pemkot agar semua pihak memahami kondisi lapangan.

“Saya tidak tahu apakah Pemkot sudah mendapatkan izin atau belum. Pastinya harus ada izin terlebih dahulu untuk membongkar bawah jalur kereta api, kalau sudah ada izin silahkan saja bisa dikerjakan tidak masalah,” kata dia.

Lanjut dia, untuk izinnya langsung ke Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Jika merujuk pada pasal 179 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang melakukan kegiatan, baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah di jalur kereta api sehingga mengganggu atau membahayakan perjalanan kereta api.

“Jadi jelas pembangunan gorong-gorong yang melintas jalur itu dilarang kecuali ada izin dari Dirjen Perkerataapian Kemanhub. Perjalanan kereta api harus aman dan tidak membuat celaka. Di UU sudah diatur secara jelas mengenai jalur kereta api,” ungkapnya.